Sisa 22 Bidang Lahan, Tol Kramasan-Betung 69 Km Dikejar Beroperasi Akhir 2026

Sisa 22 Bidang Lahan, Tol Kramasan-Betung 69 Km Dikejar Beroperasi Akhir 2026

M-Radar News, Palembang – PT Hutama Karya (Persero) menargetkan Jalan Tol Kramasan-Betung sepanjang 69 kilometer dapat difungsionalkan pada akhir 2026.

Proyek yang menjadi bagian dari upaya mengurai kemacetan di ruas nasional Palembang-Betung itu saat ini terus dipercepat pengerjaannya.

Target tersebut disampaikan Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Palembang, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut Dwi, progres fisik di lapangan menunjukkan lompatan besar dibanding peninjauan September tahun lalu.

Jika sebelumnya bentang jembatan raksasa Musi V belum menyambung, kini infrastruktur krusial tersebut telah sepenuhnya terhubung dan siap dilalui.

“Saat ini progres konstruksi Seksi 1 sudah mencapai 92 persen dan Seksi 2 berada di angka 93 persen. Sisa pekerjaan mayoritas berada di area sambungan menuju jalan nasional,” ujar Dwi kepada wartawan di atas Jembatan Musi V.

Meski demikian, proyek ini masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor pembebasan lahan. Di area Simpang Susun (Interchange) Pangkalan Balai, masih terdapat 22 bidang lahan milik warga yang belum bebas dan tengah dalam proses penyelesaian.

Menyiasati hal itu, Dwi menegaskan pihaknya telah menyiapkan rencana mitigasi. Jika pembebasan lahan di Pangkalan Balai masih buntu saat masa fungsional tiba, Hutama Karya akan langsung mengarahkan arus kendaraan fungsional untuk keluar di gerbang tol Betung yang pengerjaannya terus dimatangkan.

“Harapannya, pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun ini, jalur dari Kramasan sampai Betung sudah bisa kita fungsionalkan. Begitu memasuki masa mudik Lebaran tahun depan, kelengkapan jalan tentu sudah jauh lebih siap dan proper,” tambahnya.

Salah satu titik paling krusial dari proyek ini adalah Jembatan Musi V. Jembatan tol yang digadang-gadang sebagai salah satu yang terpanjang di Indonesia, ini memiliki bentang tengah sepanjang 380 meter dengan jembatan pendekat (approach bridge) sepanjang 650 meter di kedua sisinya. Total panjang struktur jembatan ini mencapai 1,88 kilometer.

Dwi memastikan aspek keamanan jembatan ini sudah terpenuhi. Uji beban statis dan dinamis bersama Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) serta Kementerian PUPR telah rampung dilakukan pada awal Juli ini. Sertifikat uji layak fungsi beban pun kini sudah resmi dikantongi pihak Hutama Karya.

Secara hitung-hitungan jarak, jalur tol ini sebenarnya hanya berselisih 11 kilometer lebih pendek dibandingkan jalan nasional yang membentang sepanjang 80 kilometer.

Namun, keberadaan tol ini mampu memangkas waktu tempuh hingga 60 persen karena bebas dari hambatan dan titik macet parah di pasar tumpah sepanjang jalan nasional.

“Perjalanan yang biasanya memakan waktu hingga 3 jam, nanti lewat tol ini cukup ditempuh dalam 1 jam saja,” jelas Dwi.

Efisiensi waktu ini diyakini akan menjadi nafas baru, tidak hanya bagi mobilitas kendaraan pribadi, tetapi terutama bagi armada logistik bahan pangan.

Jalur yang cepat akan memangkas biaya operasional angkutan dan menjaga kualitas komoditas segar seperti sayur dan buah agar tetap prima setibanya di pasar tujuan.

Hutama Karya menargetkan konstruksi penuh 100 persen untuk Seksi 1 dan Seksi 2 rampung seluruhnya pada akhir tahun 2026. Sementara untuk Seksi 3 ditargetkan selesai sepenuhnya pada Triwulan I tahun 2027.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup