Perkuat Pengawasan Hutan, Presiden Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan

Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). Foto: dok/bpmi

M-Radar News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kapasitas aparat dalam menjaga kekayaan alam dan kawasan hutan Indonesia yang sangat luas. Pemerintah berencana menambah jumlah polisi hutan secara bertahap hingga mencapai 70 ribu personel.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Jakarta, pada Selasa (6/10/2026).

Baca juga:

Presiden Prabowo memahami tantangan yang dihadapi aparat dalam menjalankan tugas di wilayah Indonesia yang luas, termasuk kawasan hutan, pegunungan hingga rawa. Menurutnya, jumlah personel yang bertugas menjaga kawasan hutan saat ini masih perlu diperkuat.

“Negara kita sangat-sangat kaya. Satgas PKH bekerja baru dua tahun di tengah wilayah yang begitu luas. Di hutan-hutan yang begitu lebat. Saya mantan prajurit, saya tahu kesulitan yang ada di hutan kita, di gunung kita, di rawa kita,” katanya.

“Saya paham kesulitan aparat kita. Saya mengerti kesulitan para prajurit kita, para polisi kita, para bea cukai kita, para polisi hutan,” sambung Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, saat ini hanya sekitar 4.500 polisi hutan yang bertugas menjaga kawasan hutan Indonesia yang mencapai puluhan juta hektare. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah yang harus diawasi.

“Menjaga puluhan juta (hektare), hanya ada 4.500 polisi hutan. Bagaimana terhadap penjarah liar, bagaimana mereka yang membakar hutan, kita terus akan memperbaiki,” ucap Prabowo.

Untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan, pemerintah menargetkan penambahan polisi hutan secara bertahap. Pada 2027, jumlah personel ditargetkan meningkat menjadi 21 ribu orang, sebelum secara bertahap mencapai 70 ribu personel.

“Dari 70 ribu (personel), baru bisa 21 ribu tahun 2027. Berarti mungkin 3-4 tahun kita akan sampai 70 ribu (personel),” ujar Presiden.

 

Baca juga:

Kepala Negara juga menekankan perlunya penguatan kapasitas aparat bea cukai dan unsur keamanan lainnya. Menurutnya, kebutuhan personel harus disesuaikan dengan luas wilayah pengawasan, termasuk banyaknya pelabuhan dan lapangan terbang di Indonesia.

“Demikian juga bea cukai, sekian ratus pelabuhan, sekian ratus lapangan terbang, petugasnya berapa? Kapalnya berapa? Demikian juga aparat-aparat keamanan kita lainnya, kita paham itu. Karena itu kita akan mengejar dan memperbaiki,” tutur Prabowo.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas aparat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kekayaan alam Indonesia sekaligus memastikan pengelolaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kekayaan kita banyak. Sumber alam kita banyak. Kewajiban kita adalah menjaga dan mengelolanya. Dan ini ujung tombaknya adalah Satgas PKH,” pungkas Presiden Prabowo.

Pemerintah akan terus melakukan penguatan kapasitas aparat sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan hutan dan sumber daya alam Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran terhadap kekayaan alam negara.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup