M-RADARNEWS.COM, JATENG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2025, telah disetujui dalam rapat paripurna di Gedung Berlian, pada Selasa (05/08/2025). Anggaran ini akan menjadi landasan untuk mencapai visi “Jawa Tengah Maju Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjelaskan, bahwa fokus utama APBD Perubahan 2025 adalah pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur, stabilitas investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Fokusnya tetap terkait layanan dasar, kemudian peningkatan terkait infrastruktur, kemudian stabilitas investasi, dan terakhir menciptakan masyarakat di Jawa Tengah lebih sejahtera,” ujarnya.
Baca juga: Perubahan APBD Jateng 2025: Prioritaskan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Rakyat
Luthfi juga menekankan pentingnya pengentasan kemiskinan. Meskipun angka kemiskinan Jateng, telah turun menjadi 9,48 persen pada triwulan II 2025, berbagai program akan terus digencarkan. Program-program ini mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial, serta layanan pendidikan dan kesehatan.
“Kita ada team work, untuk mengeroyok terkait dengan kemiskinan ekstrem di tempat kita,” tambah Gubernur Lutfhi.
Selain itu, infrastruktur menjadi prioritas penting dalam APBD Perubahan. Menurut Luthfi, pembangunan infrastruktur akan lebih difokuskan pada swasembada pangan untuk menopang posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD Jateng, Sumanto menjelaskan, bahwa struktur APBD Perubahan 2025 terdiri dari pendapatan sebesar Rp24,57 triliun dan belanja Rp25,15 triliun, dengan defisit sebesar Rp577 miliar yang ditutup dengan pembiayaan dalam jumlah yang sama.
“Fokusnya infrastruktur, kemiskinan, dan kesehatan. RTLH kita gelontorkan, baik anggaran dari pusat maupun daerah. Termasuk, nanti provinsi dan kabupaten/ kota akan menganggarkan. Ada tambahan dan pergeseran, intinya fokus pada infrastruktur menuju ketahanan pangan,” jelas Sumanto. (red/hm)
