Kapendam IX/Udayana Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi dengan Pers
M-RADARNEWS.COM, BALI – Kodam IX/Udayana kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan harmonis dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi yang digelar di Aula Pendam IX/Udayana Denpasar, Rabu (24/06/2026). Acara ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI dan media dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, secara langsung memimpin diskusi yang hangat dan penuh keakraban, menandai era baru keterbukaan informasi di lingkungan TNI.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online ini menjadi ajang untuk saling mengenal lebih dekat. Kolonel Inf Amrizal Nasution mengawali sambutannya dengan mengutip pepatah, “Tak kenal maka tak sayang”. Menurutnya, hubungan yang baik antara TNI dan pers harus dibangun di atas fondasi saling pengertian dan kepercayaan.
“Kami berharap silaturahmi ini membuat hubungan yang sudah baik menjadi semakin baik dan komunikasi dengan insan pers semakin erat. Saya ingin lebih mengenal rekan-rekan media agar ke depan komunikasi semakin akrab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapendam menekankan pentingnya prinsip konfirmasi, cek, dan ricek sebelum mempublikasikan informasi. Ia mengingatkan bahwa di era digital yang serba cepat, akurasi berita menjadi harga mati.
“Media memiliki peran vital sebagai pilar demokrasi. Kami sangat menghargai fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers. Masukan dari pemberitaan menjadi vitamin bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja,” tambahnya.
Era digital membawa tantangan baru dalam penyebaran informasi. Banjir informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan hoaks yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Kolonel Inf Amrizal Nasution mengajak insan pers untuk bersinergi menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif.
“Di era digital, kami berharap terus bersinergi dengan insan pers menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan edukatif demi menjaga situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat rentan terhadap isu-isu keamanan. Pemberitaan yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara TNI dan pers dalam menyajikan berita yang benar menjadi krusial.
Data dari Dinas Pariwisata Bali menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025 mencapai 6,3 juta jiwa. Stabilitas keamanan menjadi faktor utama yang memengaruhi angka tersebut.
| Tahun | Kunjungan Wisatawan Mancanegara (juta) | Target Kunjungan (juta) |
|---|---|---|
| 2024 | 5,8 | 6,0 |
| 2025 | 6,3 | 6,5 |
| 2026 (proyeksi) | 6,8 | 7,0 |
“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa bersama-sama menangkal hoaks dan menjaga citra positif Bali,” ujar salah satu peserta, I Wayan Sudarma, jurnalis dari media lokal.
Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan, bahwa Kodam IX/Udayana selalu membuka ruang komunikasi dan siap bekerja sama dengan seluruh elemen media. “Kami selalu terbuka terhadap saran, kritik, maupun masukan yang bersifat membangun dari rekan-rekan media. Bagi kami, masukan tersebut adalah vitamin yang menjadi bahan evaluasi agar Kodam IX/Udayana dapat bekerja lebih baik dalam memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan dalam beberapa langkah konkret:
- Menyediakan akses informasi yang mudah bagi wartawan melalui kanal komunikasi resmi.
- Menggelar konferensi pers secara rutin untuk mengupdate perkembangan situasi terkini.
- Melatih personel TNI dalam bidang kehumasan agar mampu berkomunikasi efektif dengan media.
- Membangun portal informasi publik yang transparan dan dapat diakses oleh siapa saja.
Langkah-langkah ini sejalan dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mewajibkan badan publik untuk memberikan akses informasi kepada masyarakat. TNI sebagai institusi negara turut berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Sinergi yang erat antara TNI dan pers memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat, mereka mendapatkan informasi yang lebih terpercaya dan berimbang, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Bagi industri media, akses yang lebih mudah ke sumber informasi resmi memungkinkan mereka menghasilkan berita yang lebih akurat dan mendalam. Sementara itu, bagi TNI sendiri, hubungan yang baik dengan pers membantu membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik.
Di sisi lain, tantangan tetap ada. Kecepatan penyebaran informasi di media sosial seringkali mendahului verifikasi. Oleh karena itu, Kolonel Inf Amrizal Nasution mengingatkan pentingnya peran media sebagai filter informasi. “Kami berharap media tidak hanya menjadi corong informasi, tetapi juga menjadi penjaga gawang kebenaran,” pesannya.
Di tengah arus informasi yang deras dan seringkali simpang siur, silaturahmi antara Kapendam IX/Udayana dan insan pers menjadi oase kejernihan. Bukan hanya sekadar acara seremonial, pertemuan ini adalah fondasi kokoh bagi kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Dengan saling pengertian dan komitmen terhadap kebenaran, TNI dan pers bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa, satu berita akurat pada satu waktu.










