Sinergi TNI-Polri-Pecalang Kawal Puncak Karya Agung di Pura Kapat, Klungkung
M-RadarNews – Klungkung – Dalam rangkaian upacara keagamaan Hindu yang sarat makna, Pura Kapat di Dusun Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, menjadi pusat perhatian. Ratusan umat dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti puncak upacara Karya Mamungkah, Balik Sumpah Agung, Melaspas, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih, Kebat Daun, Ngingkup, Nangun Ayu, Piodalan Mapadudusan Agung, dan Menawa Ratna. Untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan lancar, Babinsa Desa Negari bersama personel Polri dan pecalang melaksanakan pengamanan ketat.
Pengamanan Terpadu
Pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Danramil 1610-02 Banjarangkan, Kapten Inf. Ketut Joni, yang menugaskan Babinsa Desa Negari untuk mengawal jalannya kegiatan keagamaan. Babinsa Desa Negari, yang tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan pecalang adalah kunci utama dalam memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang mengikuti upacara. “Dalam rangka memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan aman, tertib, dan lancar, kami bersinergi bersama Bhabinkamtibmas dan pecalang melaksanakan pengawalan serta pengamanan,” ujarnya.
Kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan pada kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga pada pelaksanaan upacara keagamaan. “Kehadiran Babinsa merupakan wujud konsistensi dan komitmen sebagai ujung tombak satuan teritorial dalam mendukung serta menyukseskan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah, termasuk upacara keagamaan,” katanya.
Rangkaian Upacara yang Khidmat
Puncak karya di Pura Kapat dihadiri oleh ratusan pesemetonan Arya Wang Bang Pinatih (AWBP) dan dipuput oleh tujuh sulinggih. Upacara yang berlangsung selama beberapa hari ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu. Berikut adalah rangkaian upacara yang digelar:
| Nama Upacara | Makna |
|---|---|
| Karya Mamungkah | Upacara pembersihan dan penyucian |
| Balik Sumpah Agung | Penegasan sumpah suci |
| Melaspas | Penyucian bangunan suci |
| Mupuk Pedagingan | Pemberian sarana upacara |
| Ngenteg Linggih | Penempatan arca atau simbol dewa |
| Kebat Daun | Upacara penutup dengan daun |
| Ngingkup | Upacara penyempurnaan |
| Nangun Ayu | Upacara memohon keselamatan |
| Piodalan Mapadudusan Agung | Perayaan hari suci besar |
| Menawa Ratna | Upacara permohonan berkah |
Peran Babinsa dalam Kehidupan Masyarakat
Babinsa atau Bintara Pembina Desa merupakan ujung tombak TNI AD dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada bidang keamanan, tetapi juga mencakup pembinaan teritorial dan partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam konteks upacara keagamaan, kehadiran Babinsa memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat yang sedang beribadah.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, baik itu kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” tambah Babinsa Desa Negari.
Sinergi TNI, Polri, dan Pecalang
Pecalang merupakan satuan keamanan tradisional di Bali yang bertugas menjaga ketertiban selama upacara adat dan keagamaan. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan pecalang menunjukkan keharmonisan antara institusi formal dan kearifan lokal. Berikut adalah poin-poin penting dari sinergi ini:
- Peningkatan keamanan dan ketertiban selama upacara berlangsung.
- Pencegahan potensi gangguan, baik dari dalam maupun luar.
- Pemberian pelayanan maksimal kepada umat yang hadir.
- Pengaturan lalu lintas dan parkir di sekitar lokasi upacara.
- Penanganan cepat jika terjadi keadaan darurat.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir. Hal ini juga menjadi contoh nyata bahwa TNI dan Polri selalu siap mendukung kegiatan keagamaan di Indonesia.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Keberhasilan pengamanan upacara keagamaan seperti ini memiliki dampak positif yang luas. Pertama, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Kedua, terpeliharanya kerukunan antarumat beragama. Ketiga, terjaganya kelestarian budaya dan tradisi Hindu di Bali. Implikasi jangka panjangnya adalah terciptanya kondisi yang kondusif bagi pembangunan daerah, karena masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat. Babinsa sebagai garda terdepan di desa-desa menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga. Dengan demikian, setiap permasalahan dapat segera terdeteksi dan ditangani secara dini.
Penutup
Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, nilai-nilai gotong royong dan sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat masih tetap terjaga. Puncak Karya Agung di Pura Kapat bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan cerminan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Babinsa Negari, bersama Polri dan pecalang, telah menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.








