Kapolda Bali Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen Polri Bersinergi untuk Keamanan dan Pariwisata Bali
M-RadarNews – Denpasar – Kepolisian Daerah Bali menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Rabu, 1 Juli 2026. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Upacara dipimpin langsung Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, sebagai Inspektur Upacara. Momentum tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat di Bali.
Sinergi Forkopimda dan TNI: Kunci Stabilitas Keamanan Bali
Kehadiran Gubernur Bali, Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, serta para pejabat Forkopimda lainnya dalam upacara ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan. Bali, sebagai destinasi wisata internasional, memerlukan pengamanan yang ketat dan terpadu. Sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah telah terbukti efektif dalam mengamankan berbagai event besar, seperti KTT G20, World Water Forum, dan perhelatan internasional lainnya. Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. “Peringatan Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sinergi dengan seluruh elemen bangsa,” ujar Daniel Adityajaya.
Prosesi Syukuran: Simbol Kebersamaan Antarlembaga
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi syukuran yang ditandai pemotongan tumpeng oleh Kapolda Bali. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, dan Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antarlembaga. “Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Bali,” katanya. Tradisi pemotongan tumpeng ini bukan sekadar seremonial, melainkan representasi dari semangat gotong royong dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan Pulau Dewata.
Defile dan Parade: Kesiapan Personel dan Alutsista Polri
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 juga dimeriahkan dengan defile personel, penampilan marching band, serta parade kendaraan dinas Polri mulai dari kendaraan taktis, armada patroli lalu lintas, hingga kendaraan operasional satuan khusus. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk kesiapan Polda Bali dalam mendukung keamanan masyarakat dan sektor pariwisata di Pulau Dewata. Berikut adalah daftar kendaraan yang dipamerkan dalam parade:
| No | Jenis Kendaraan | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | Kendaraan Taktis (Rantis) | Operasi pengamanan khusus dan kontra teror |
| 2 | Armada Patroli Lalu Lintas | Pengaturan lalu lintas dan patroli jalan raya |
| 3 | Kendaraan Operasional Satuan Khusus | Dukungan operasi intelijen dan penegakan hukum |
Defile personel yang diikuti oleh berbagai satuan, termasuk Satbrimob, Satlantas, dan Polsek jajaran, menunjukkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri. Penampilan marching band dari siswa-siswi SMA turut menambah semarak acara.
Dampak dan Implikasi bagi Keamanan dan Pariwisata Bali
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan di Bali. Dengan menunjukkan kesiapan personel dan alutsista, Polri memberikan sinyal positif kepada wisatawan dan investor bahwa Bali aman dan kondusif. Hal ini penting mengingat sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali. Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada tahun 2025 mencapai 6,3 juta jiwa, dan target tahun 2026 diharapkan meningkat 10%. Keamanan yang stabil menjadi faktor kunci dalam pencapaian target tersebut.
Selain itu, sinergi yang ditunjukkan antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi ancaman, seperti terorisme, bencana alam, dan gangguan keamanan lainnya. Forkopimda Bali telah memiliki mekanisme komunikasi dan respons cepat yang teruji dalam berbagai situasi.
Kronologi Hari Bhayangkara ke-80 di Bali
- Pukul 07.00 WITA: Apel persiapan upacara di Lapangan Puputan Margarana.
- Pukul 08.00 WITA: Upacara dimulai, dipimpin Kapolda Bali sebagai inspektur upacara.
- Pukul 09.00 WITA: Prosesi syukuran pemotongan tumpeng.
- Pukul 09.30 WITA: Defile personel dan parade kendaraan dinas.
- Pukul 10.30 WITA: Penampilan marching band dan hiburan rakyat.
Rangkaian acara berjalan lancar tanpa insiden, menunjukkan profesionalisme penyelenggara.
Komitmen Polri ke Depan: Pelayanan Prima dan Pengamanan Pariwisata
Kapolda Bali menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam pengamanan objek wisata dan fasilitas umum. Program “Polisi Wisata” yang telah berjalan akan diperluas dengan penempatan personel yang terlatih di titik-titik rawan kejahatan dan keramaian. Selain itu, Polri juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi, seperti kamera pengawas (CCTV) dan sistem pelaporan online, untuk merespons cepat setiap gangguan keamanan.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen. Dengan semangat “Presisi: Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan”, Polri bertekad menjadi institusi yang semakin dicintai masyarakat. Di Bali, komitmen ini diwujudkan melalui sinergi nyata dengan seluruh pemangku kepentingan, demi mewujudkan Pulau Dewata yang aman, damai, dan sejahtera.








