BALI, (M-RADARNEWS.COM),- Korem 163/Wira Satya melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) atau silaturahmi bersama tokoh-tokoh Veteran Pejuang dan Keluarga Besar TNI (KBT) yang digelar di Aula Korem 163/Wira Satya, Denpasar pada hari, Kamis (28/3/2019).

Dengan Tema kegiatan, “Melalui Silaturahmi Dengan Keluarga Besar TNI Kita Tingkatkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Rangka Membantu Kesulitan Rakyat serta Menjaga dan Mempertahankan Kedaulatan NKRI”.

Kepala Penerangan Korem 163/Wirasatya (Kapenrem), Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., menjelaskan kegiatan Komunikasi Sosial ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap triwulan guna menjalin dan mempererat silaturahmi dengan komponen masyarakat.

“Komsos kali ini kita selenggarakan bersama Keluarga Besar TNI. Ada tiga tataran, ada generasi tua, kita yang sedang aktif dan ada generasi mudanya, yang perlu kita jaga silaturahminya. Kenapa kita melibatkan keluarga TNI dalam hal ini, tentu itu tidak terlepas dari histori kita,” paparnya.

Menurut Kapenrem, komunikasi merupakan kunci dalam setiap penyelesaian suatu permasalahan. Menjaga komunikasi juga merupakan upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Apapun permasalahan yang kita hadapi, kunci sederhana yang kita lakukan adalah berkomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, terkait netralitas keluarga TNI dalam perhelatan politik yang saat ini tengah berlangsung, Kapenrem kembali menegaskan komitmen netralitasnya. “Sudah sangat jelas TNI dengan keluarga TNI bersikap netral dalam perhelatan politik ini. Jadi itu sudah jelas menjadi komitmen kita. Kita akan mengawal proses politik ini agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar kredibel,” tandasnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Ketua Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Provinsi Bali, Pande M. Latra, yang sangat mengapresiasi pelaksanaan Komsos ini. Menurutnya komunikasi untuk memberikan pemahaman dan wawasan sejarah adalah suatu hal yang penting dari generasi ke generasi.

“Di TNI-Polri Sekarang sudah hampir generasi keempat, Ini perlu penalaran sejarah bangsa, kan banyak orang mengatakan jangan sekali-kali melupakan sejarah,” terangnya.

Terkait netralitas dalam perhelatan politik ini, ia mengatakan bahwa organisasi keluarga TNI merupakan organisasi yang tidak terlibat dalam politik praktis, meskipun hak berpolitik perorangannya tetap diakui.

“Memang semua organisasi keluarga TNI ini independen, tapi sebagai hak perorangan boleh saja menjadi anggota partai, tapi untuk pengurus tidak diperkenankan,” terangnya.

Dalam acara Komsos tersebut juga disampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Kabid Bina Ideologi dan Wasbang, Drs. AA Ngurah Ketut Suweda.

Dalam pemaparan materinya Ngurah Ketut Suweda menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Menurutnya ini bukan berarti kita mempermasalahkan masa lalu, namun sebaliknya kita mengingat dan mengambil hikmah pelajaran dari masa lalu yang kita miliki sebagai bangsa.

Selain itu, ia juga menjelaskan 4 nilai konsensus (kesepakatan) yang menjadi dasar kita berbangsa dan bernegara semenjak kemerdekaan kita diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Empat konsensus tersebut, yakni ; NKRI, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika. (Yd/Ad)

Facebook Comments Box