Menang atau Kalah, Suporter Jepang Tetap Pungut Sampah: Tradisi Osoji yang Menginspirasi Dunia

Menang atau Kalah, Suporter Jepang Tetap Pungut Sampah: Tradisi Osoji yang Menginspirasi Dunia

M-RadarNews – Dalam ajang FIFA Club World Cup 2025 yang berlangsung di Amerika Serikat, dunia kembali dibuat takjub oleh aksi suporter Jepang. Bukan karena sorakan atau koreografi megah, melainkan kebiasaan sederhana namun bermakna: memungut sampah di tribun stadion sebelum pulang. Tradisi ini bukanlah hal baru, namun konsistensi para suporter Jepang dalam melakukannya baik saat tim menang maupun kalah terus mengundang decak kagum masyarakat internasional. Momen ini mengingatkan publik pada aksi serupa yang sempat viral saat Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, di mana suporter Jepang membersihkan stadion setelah tim nasional mereka kalah dari Kroasia di babak 16 besar.

Menurut laporan dari situs resmi FIFA, para suporter Jepang secara sukarela mengumpulkan botol minuman, bungkus makanan, dan sampah lainnya, lalu merapikan area tempat duduk sebelum meninggalkan stadion. Aksi ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk FIFA sendiri, yang menyebutnya sebagai contoh sportivitas di luar lapangan.

Direktur Tim Nasional Jepang, Yasuhiro Yamamoto, dalam wawancara yang dimuat FIFA pada 28 November 2022, menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut merupakan bagian dari budaya masyarakat Jepang. “Membersihkan setelah menggunakan suatu tempat adalah bagian dari budaya kami. Itu adalah bentuk penghormatan kepada orang lain,” imbuh dia.

Akar Budaya: Osoji, Tradisi Membersihkan Sejak Dini

Kebiasaan membersihkan tempat umum sudah diajarkan kepada masyarakat Jepang sejak usia dini. Di sekolah-sekolah Jepang, siswa terbiasa membersihkan ruang kelas, lorong, hingga toilet secara bergiliran. Budaya yang dikenal sebagai osooji ini bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan fasilitas umum. Karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sikap tersebut terbawa hingga saat mereka menghadiri pertandingan sepak bola di luar negeri. Osoji bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan juga sarana pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, kerja sama, dan penghargaan terhadap milik bersama.

Praktik osooji di sekolah Jepang biasanya dilakukan setiap hari selama 10-15 menit setelah jam pelajaran. Siswa dibagi dalam kelompok dan bertanggung jawab membersihkan area tertentu. Tidak ada petugas kebersihan khusus di sekolah Jepang; semua dilakukan oleh siswa. Hal ini menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap lingkungan sekolah. Ketika mereka dewasa, kebiasaan ini terbawa ke mana pun mereka pergi, termasuk ke stadion sepak bola di luar negeri.

Daftar Ajang di Mana Suporter Jepang Membersihkan Stadion

  • FIFA World Cup Russia 2018
  • AFC Asian Cup 2019
  • FIFA World Cup Qatar 2022
  • FIFA Club World Cup 2025

Dampak Global: Inspirasi bagi Dunia

Aksi suporter Jepang membersihkan stadion telah menjadi fenomena global yang menginspirasi banyak orang. Media internasional seperti BBC, CNN, dan The Guardian pernah memberitakan kebiasaan ini dengan nada positif. Banyak warganet dari berbagai negara berharap budaya positif tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para penonton pertandingan olahraga di seluruh dunia. Kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini menjadi salah satu contoh bagaimana nilai disiplin dan tanggung jawab dapat menciptakan citra positif sebuah bangsa di mata dunia.

Tidak hanya di sepak bola, semangat osooji juga terlihat di berbagai ajang olahraga lain, seperti Olimpiade Tokyo 2020, di mana para penonton Jepang membersihkan tempat duduk mereka setelah pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya bersih sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Tabel Perbandingan Respons Publik terhadap Aksi Suporter Jepang

Ajang Tahun Respons Publik
FIFA World Cup Russia 2018 2018 Viral di media sosial, dipuji sebagai contoh sportivitas
AFC Asian Cup 2019 2019 Mendapat apresiasi dari AFC dan netizen Asia
FIFA World Cup Qatar 2022 2022 Pujian dari FIFA dan media internasional
FIFA Club World Cup 2025 2025 Kembali viral, menginspirasi gerakan bersih-bersih di stadion lain

Implikasi bagi Masyarakat dan Industri Olahraga

Fenomena suporter Jepang membersihkan stadion memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi citra Jepang, tetapi juga bagi industri olahraga global. Pertama, aksi ini mendorong kesadaran akan pentingnya kebersihan di tempat-tempat umum, termasuk stadion. Banyak pihak mulai meniru kebiasaan ini, misalnya dengan menyediakan kantong sampah di pintu masuk stadion atau mengampanyekan gerakan ‘Bawa Pulang Sampahmu’. Kedua, dari segi sportivitas, aksi ini menunjukkan bahwa dukungan kepada tim tidak harus berhenti saat peluit akhir berbunyi; justru sikap setelah pertandingan juga mencerminkan nilai-nilai luhur olahraga.

Bagi pemerintah Indonesia, fenomena ini bisa menjadi pelajaran berharga. Budaya gotong royong yang mirip dengan osooji sebenarnya sudah ada di Indonesia, namun penerapannya dalam konteks kebersihan stadion masih kurang. Dengan mengadopsi semangat serupa, Indonesia dapat meningkatkan citra positif di mata dunia saat menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional, seperti Piala Dunia U-20 atau Asian Games.

Aksi suporter Jepang memungut sampah di stadion bukanlah sekadar ritual kebersihan. Ini adalah manifestasi dari nilai-nilai yang diajarkan sejak kecil: disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain. Di tengah hiruk-pikuk pertandingan yang penuh emosi, mereka tetap tenang dan peduli terhadap lingkungan. Dunia mungkin akan terus terkesima, tetapi bagi Jepang, ini hanyalah hal biasa. Semoga tradisi ini terus menginspirasi generasi mendatang untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari sportivitas sejati. (*)

Tutup