FHI Buleleng Rekrut 30 Atlet, Hoki Jadi Peluang Baru Raih Prestasi

FHI Buleleng Rekrut 30 Atlet, Hoki Jadi Peluang Baru Raih Prestasi

M-Radar News – Singaraja – Federasi Hoki Indonesia (FHI) Kabupaten Buleleng menunjukkan perkembangan positif meski baru terbentuk pada awal 2026. Dalam waktu sekitar empat bulan, organisasi ini telah berhasil merekrut 30 atlet putra dan putri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Ketua FHI Buleleng, I Nyoman Suardana, mengatakan tingginya antusiasme generasi muda menjadi modal penting untuk mengembangkan cabang olahraga hoki di Kabupaten Buleleng.

“Untuk atlet sendiri kami sekarang sudah memiliki 30 atlet, baik putra maupun putri. Mereka berasal dari berbagai sekolah, mulai SD, SMA, SMK hingga perguruan tinggi,” ujarnya. Menurut Suardana, hoki merupakan cabang olahraga yang masih tergolong baru di Buleleng sehingga peluang atlet untuk berprestasi masih terbuka lebar. Bahkan, enam atlet binaan FHI Buleleng telah mengikuti seleksi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas). “Olahraga baru memberikan kesempatan lebih besar bagi atlet untuk berkembang. Sekarang sudah ada enam atlet kami yang mengikuti seleksi Pelatda menuju Kejurnas,” katanya.

Perkembangan FHI Buleleng dalam Angka

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut data perkembangan FHI Buleleng hingga April 2026:

Aspek Detail
Jumlah Atlet 30 orang (putra dan putri)
Jenjang Pendidikan SD, SMP, SMA, SMK, Mahasiswa
Atlet dalam Seleksi Pelatda 6 orang
Lokasi Latihan Outdoor GOR Bhuana Patra
Lokasi Latihan Indoor GOR Undiksha
Frekuensi Latihan Rutin, jadwal menyesuaikan

Peluang dan Tantangan Olahraga Hoki di Buleleng

Hoki adalah cabang olahraga yang relatif baru di Buleleng, sehingga memiliki potensi besar untuk berkembang. Dibandingkan dengan olahraga populer seperti sepak bola atau bulu tangkis, persaingan di hoki masih rendah, memberi kesempatan lebih besar bagi atlet muda untuk menonjol. “Hoki baru, jadi persaingan belum seketat olahraga lain. Ini kesempatan emas bagi anak-anak Buleleng untuk menjadi pionir,” ujar Suardana.

Namun, tantangan juga tidak sedikit. Sarana dan prasarana masih terbatas, meskipun FHI Buleleng telah memanfaatkan GOR Bhuana Patra dan GOR Undiksha. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang hoki juga menjadi kendala dalam rekrutmen. Oleh karena itu, sosialisasi dan promosi terus digalakkan, termasuk melalui kunjungan ke sekolah-sekolah dan media sosial.

Pembinaan Karakter Melalui Hoki

Selain mengejar prestasi, pembinaan hoki juga diarahkan untuk membentuk karakter atlet. Suardana menekankan pentingnya kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta pengendalian emosi selama menjalani latihan. “Kami tidak hanya ingin mencetak atlet berprestasi, tetapi juga pribadi yang unggul,” katanya. Nilai-nilai ini diterapkan dalam setiap sesi latihan, baik outdoor maupun indoor.

Dampak dan Implikasi bagi Buleleng

Kehadiran FHI Buleleng diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pertama, membuka peluang karier baru di bidang olahraga bagi generasi muda. Kedua, meningkatkan citra Buleleng sebagai daerah yang mendukung pengembangan olahraga non-tradisional. Ketiga, menjadi ajang pembinaan karakter yang dapat mengurangi kenakalan remaja. Pemerintah daerah pun diharapkan memberi dukungan lebih, seperti anggaran, fasilitas, dan program pembinaan jangka panjang.

Langkah ke Depan

FHI Buleleng menargetkan penambahan jumlah atlet secara bertahap. Beberapa langkah yang direncanakan meliputi:

  • Melakukan sosialisasi ke lebih banyak sekolah di Buleleng.
  • Mengadakan turnamen hoki tingkat pelajar untuk menarik minat.
  • Menjalin kerja sama dengan klub hoki di daerah lain untuk pertukaran pengalaman.
  • Mengajukan proposal bantuan peralatan ke KONI dan pemerintah daerah.

Suardana berharap semakin banyak pelajar di Buleleng bergabung sehingga regenerasi atlet terus berjalan dan mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang olahraga. “Kami optimis hoki bisa menjadi salah satu cabang andalan Buleleng di masa depan,” pungkasnya.

Dengan semangat dan kerja keras, FHI Buleleng membuktikan bahwa olahraga baru pun bisa menjadi ladang prestasi. Dukungan semua pihak sangat diharapkan agar hoki tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga kebanggaan baru bagi Buleleng.

Tutup