M-RADARNEWS.COM, BALI – Memasuki musim hujan, UPTD Puskesmas Kuta I mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine tikus. Risiko penularan biasanya meningkat ketika terjadi banjir atau muncul genangan air.
Dalam imbauan resminya, Puskesmas menjelaskan bahwa bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang lecet maupun selaput lendir. Aktivitas di area tergenang air tanpa perlindungan diri disebut sebagai salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko paparan.
“Leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali risikonya dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” demikian keterangan dalam imbauan tersebut dikutib, pada Selasa (03/03/2026).
Gejala awal leptospirosis biasanya ditandai demam mendadak, terutama pada individu yang memiliki riwayat kontak dengan air banjir atau lingkungan berpotensi tercemar.
Melalui imbauan tersebut, UPTD Puskesmas Kuta I meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, antara lain:
- Menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi tercemar.
- Menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boots dan sarung tangan saat melakukan pembersihan lingkungan.
- Menjaga kebersihan rumah dan selokan, serta memastikan tidak ada genangan yang dapat menjadi habitat tikus.
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam atau gejala lain setelah terpapar risiko.
Puskesmas menegaskan, bahwa deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi berat akibat leptospirosis. UPTD Puskesmas Kuta I juga memastikan kesiapan layanan pemeriksaan dan penanganan sesuai standar medis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di akhir imbauannya, Puskesmas mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan guna melindungi kesehatan keluarga serta masyarakat secara luas. (*)
