JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Akibat bencana banjir yang merusak ruas jalan Provinsi di kawasan Pacitan, ada sejumlah bahu jalan di Jalan Ponorogo-Pacitan ambrol tergerus aliran Sungai Grindulu yang mengakibatkan sejumlah badan jalan retak.

Kepala PU Bina Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi dikonfirmasi di kantor PU Bina Marga Jatim mengatakan, pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Nganjuk hingga Pacitan, dinasnya sudah turun ke lapangan untuk menginventarisasi kerusakan jalan. Kerusakan jalan di Pacitan menjadi atensi utama dinasnya, Selasa (12/3/2019).

Hasil penginventarisan yang dilakukan PU Bina Marga Jatim, ada lima Jalan Provinsi yang mengalami keretakan dan membutuhkan penanganan segera. Selain itu, ada empat lokasi tebing mengalami kerusakan.Kejadiannya hampir bersamaan. Banjir Madiun kemarin membuat debit air Sungai Grindulu meningkat. Peres, lalu menggerus tebing dan jalan di tepian sungai dengan ketinggian antara 7-10 meter.

Untuk jalan retak di Tegalombo, PU Bina Marga sementara waktu menutupinya dengan terpal menghalau air hujan agar tidak masuk ke celah retakan. Ini juga dilakukan di jalan perbatasan dengan Jawa Tengah di kecamatan Arjosari.

Sementara itu, Dinas PU Bina Marga saat ini sedang mengusulkan anggaran perbaikan jalan Pacitan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jatim. Jumlah yang diajukan kurang lebih Rp 11 miliar.

“Untuk Pacitan saja, terutama untuk badan jalan Rp 11 miliar. Karena kerusakannya memang sudah agak parah di sana, dan anggaran itu belum termasuk antisipasi tebing agar tidak tergerus kembali oleh banjir Sungai Grindulu,” ujarnnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyikapi serius soal bencana banjir di 15 kabupaten Jawa Timur pekan lalu. Gubernur Provinsi Jawa Timur ini langsung memerintahkan tiga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani langsung termasuk alokasi anggarannya.

Tiga Kepala OPD itu antara lain Subhan Wahyudianto Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim Gatot Susilo Hadi dan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Hudiono.

Begitu juga dengan Dinas PU Binamarga Jatim, yang mengecek langsung daerah-daerah banjir terutama memperbaiki jalan-jalan yang rusak. “Termasuk karena ada kaitan dengan badan jalan yang retak, misalnya di Pacitan itu tugasnya PU. Kemudian kaitan dengan kemungkinan support rumah yang terendam, kita baru minta data dari pemerintah kabupaten,” pintanya. (Tim/Jn/Kmf)

Facebook Comments Box