M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa miskin di wilayahnya. Penyaluran siswa miskin ini dilakukan di SMA/SMK negeri di bawah naungan Pemprov, serta di sekolah swasta yang menjadi mitra.
Pada Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SMA/SMK tahun 2025, Pemprov Jateng telah menerima 72.460 siswa miskin melalui jalur afirmasi. Dari jumlah tersebut, 70.000 siswa masuk di SMA/SMK negeri, sementara 2.460 siswa terdaftar di SMA/SMK swasta melalui program sekolah kemitraan, sebagaimana digulirkan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.
Baca juga: SPMB Tahap II akan Digelar, Siswa Miskin Bisa Bersekolah Gratis di Sekolah Swasta
“Pemprov Jateng melakukan intervensi pada siswa yang berada di wilayah miskin ekstrem. Kualifikasi (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) P1, P2, dan P3 dihabiskan semuanya,” kata Ahmad Luthfi dilansir, pada Jumat (11/07/2025).
Meski demikian, Ahmad Luthfi mengakui upaya ini tidak mudah, lantaran ada sebagian daerah yang memiliki budaya kerja setelah lulus SMP. Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus memberikan edukasi bahwa pendidikan dasar hingga jenjang SMA/SMK harus ditempuh, terlebih dengan adanya program sekolah gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Sadimin menjelaskan, bahwa upaya Pemprov Jateng memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa miskin tahun ini dilakukan dengan menggandeng sekolah swasta melalui program kemitraan.
Sadimin menambahkan, tahun ini sebenarnya tersedia 5.040 kuota, namun yang terdaftar melalui program tersebut hanya 2.460 siswa di SMA/SMK swasta mitra. Bukan karena calon siswa tidak tertarik, melainkan ada kendala di lapangan, di antaranya jarak sekolah dengan rumah calon siswa yang relatif jauh.
“Jarak tempuh jadi pertimbangan. Mereka akhirnya tetap bersekolah di swasta reguler,” kata Sadimin.
Bagi sekolah swasta kemitraan yang mendapatkan sedikit siswa atau bahkan tidak mendapatkan siswa sama sekali (nol pendaftar), akan dilakukan evaluasi. (red/*)
