PPIH Debarkasi Surabaya Terus Optimalkan Proses Pemulangan Jamaah Haji 2026
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya terus mengoptimalkan proses pemulangan jamaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga saat ini sampai kedatangan Kloter 81, tercatat sebanyak 30.673 jamaah dan petugas haji telah tiba kembali di Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan jumlah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari total 44.000 jamaah dan petugas yang dijadwalkan kembali melalui Debarkasi Surabaya.
“Alhamdulillah, hingga Kloter 81 sebanyak 30.673 jamaah dan petugas telah tiba di Debarkasi Surabaya. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan optimal agar jamaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman, nyaman, dan tertib,” katanya, Senin (22/06/2026).
Ia juga menerangkan, kelancaran operasional pemulangan tidak lepas dari sinergi seluruh unsur penyelenggara yang memberikan pelayanan sejak jamaah mendarat di Bandara Internasional Juanda hingga proses kepulangan ke daerah asal.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Surabaya, jamaah yang telah kembali berjumlah 30.122 orang, terdiri atas 28.973 jamaah asal Jawa Timur, 671 jamaah asal Bali, dan 478 jamaah asal Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, sebanyak 323 petugas haji juga telah kembali, meliputi petugas haji daerah (PHD) dan pembimbing ibadah haji (PIH), ketua kloter, petugas penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), serta tenaga kesehatan haji kloter (TKHK).
Dari total jamaah dan petugas yang telah tiba, sebanyak 14.249 orang berjenis kelamin laki-laki dan 16.424 perempuan. Sementara itu, masih terdapat 13.327 jamaah dan petugas yang berada di Arab Saudi dan akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal.
Pada aspek operasional penerbangan, hingga Kloter 81 tercatat 61 penerbangan tiba tepat waktu, 11 penerbangan mendarat lebih cepat dari jadwal, dan 9 penerbangan mengalami keterlambatan.
“Ketepatan waktu penerbangan menjadi salah satu indikator penting dalam kelancaran operasional debarkasi. Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait agar proses pemulangan dapat berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selama pemulangan, PPIH juga mencatat adanya 216 mutasi keluar, yang meliputi jamaah wafat di Arab Saudi, jamaah sakit yang masih dirawat, jamaah tunda pulang, jamaah pulang mandiri, perpindahan kloter, serta penyesuaian kursi penerbangan.
Sementara itu, mutasi masuk tercatat sebanyak 91 orang. Hingga saat ini, terdapat 14 jamaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi maupun fasilitas kesehatan lainnya sehingga belum dapat dipulangkan ke Indonesia.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat 44 jamaah wafat selama operasional pemulangan. Rinciannya, 38 jamaah wafat di Arab Saudi, satu jamaah wafat di dalam pesawat saat perjalanan pulang, dan lima jamaah wafat setelah tiba di Debarkasi Surabaya.
Lima jamaah yang wafat setelah tiba di Debarkasi Surabaya diantaranya, Wayan Rohani Suwasti (63) asal Kota Malang, Kasijatin Tiba (70) asal Kota Pasuruan, Darsiman Samsuri (61) asal Kabupaten Tuban, Marsinah Marjan (72) asal Kabupaten Bojonegoro, dan Sri Oetarti (60) asal Kota Surabaya.
Sementara jamaah yang wafat dalam penerbangan adalah Hery Widianto (69) asal Kota Malang. “Atas nama PPIH Debarkasi Surabaya, kami turut berduka cita atas wafatnya para jamaah haji. Semoga seluruh almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” pungkasnya.
PPIH Debarkasi Surabaya akan terus melanjutkan proses pemulangan hingga seluruh 116 kloter jamaah haji Debarkasi Surabaya kembali ke Tanah Air sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan. (yn/kf)










