BALI, (M-RADARNEWS.COM), –             Sosialisasi empat pilar MPR RI menjadi momentum untuk merefleksikan wawasan kebangsaan. Pasalnya belakangan ini mengemuka berbagai isu yang mengancam keutuhan bangsa. Demikian sorot anggota MPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kamis (26/11/2020).

Kader PDIP ini mengemukakan pendapatnya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Gedung Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali, Renon, Denpasar. Disampaikan secara virtual, sosialisasi diikuti langsung oleh 30 anggota Pramuka dan mahasiswa di Denpasar.

Rai Wirajaya mempertanyakan masalah bahaya laten komunisme yang terus didengungkan dan menjawab tidak relevan sebagai isu. “Komunis sudah, hancur berubah liberal. Lihat Korea Utara, bagaimana pula Uni Soviet, ”sorotnya.

Indonesia disebutnya sebagai suatu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, dan memiliki keragaman budaya, agama dan kepercayaannya. “Jadi jangan mau menang sendiri. Jangan mau di-Suriahkan, jangan seperti Irak. Mari satukan tekad menjaga NKRI, karena NKRI harga mati,” kata Rai Wirajaya berapi-api.

Khusus untuk Bali, Rai Wirajaya mengingatkan agar senantiasa menjaga ideologi bangsa. “Ideologi jangan sampai diubah. Ini yang selalu kita ingatkan, apalagi Bali adalah barometer. Bukan untuk Indonesia saja, melainkan barometer dunia. Karena Bali mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya,” kata Rai Wirajaya.

Jika Indonesia menjadi negara agamis, kata Rai Wirajaya, maka akan kasihan para pendahulu dan pejuang bangsa. Pasalnya leluhur bangsa ini sudah merancang dengan seksama ideolagi bangsa. “Jadi pemerintah memang perlu mengatur agar tercipta ketertiban. Selain itu agar wibawa tetap jalan sehingga masyarakat bisa saling menjagha satu sama lain,” tuntasnya.

Dalam kegiatan ini dua narasumber lain juga dihadirkan yakni Ketut Witarka Yudiata (akademisi) Universitas Ngurah Rai dan I Gusti Ayu Diah Yuniti (akademisi Universitas Mahasaraswati).

Kegiatan yang dilaksanakan enam kali ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan sehingga peserta pun mengungkapkan hanya 30 orang.

Sementara itu Ketua Kwarda Bali, Made Rentin menyambut gembira gembira sosialisasi empat pilar.

“Meskipun pandemi, kita tidak boleh kendor tetap menjaga empat pilar ini, salah satunya melalui sosialisasi,” ujar Made Rentin. (rls)

Facebook Comments Box