BALI, (M-RADARNEWS.COM),-              Upacara Peringatan Hari Jadi ke-64 Provinsi Bali, dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati, Kapolda Bali, Kajati Bali, Sekda Provinsi Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali beserta segenap pimpinan OPD dan ASN Provinsi Bali.

Gubernur Koster menyampaikan, bahwa Pencapaian Pembangunan Bali yang telah terwujud secara nyata dalam 4 tahun ini, mencakup keseluruhan 5 (lima) Bidang Prioritas, yaitu penguatan dan pemajuan Desa Adat, tradisi, seni-budaya, serta kearifan lokal Bali ditandai dengan semakin semarak krama Bali menyelenggarakan berbagai bentuk aktivitas adat dan budaya, meningkatnya penyediaan pangan yang berkualitas melalui pertanian organik, menuju Bali Pulau Organik.

“Semakin membaiknya kualitas layanan dan jaminan kesehatan, meningkatnya akses dan mutu pendidikan, peningkatan kompetensi dan pelindungan tenaga kerja, terutama Pekerja Migran Indonesia (PMI) Krama Bali, penyelenggaraan kepariwisataan berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat, keberpihakan secara kuat dan konsisten pada penggunaan produk lokal Bali dan bergerak menuju Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih,” tambahnya, Minggu (14/08/2022).

Pencapaian Pembangunan Bali Era Baru juga mencakup perbaikan kualitas ekosistem alam, yaitu pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai,pengelolaan sampah berbasis sumber, pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut dan pelestarian tanaman lokal Bali sebagai taman gumi banten, puspa dewata, usada, dan penghijauan.

Berbagai kebijakan dan program yang ramah lingkungan ini, berdampak pada penuruan emisi karbon yang bergerak menuju Net Zero Emission, sejalan dengan perkembangan kehendak dunia global, kata Gubernur Wayan Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini saat memberikan sambutan.

Pencapaian Bali Era Baru diperkuat pula dengan pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegerasi, yakni perlindungan kawasan suci pura Agung Besakih, kawasan Pusat Kebudayaan Bali, shortcut Singaraja-Mengwitani, pelabuhan segitiga Sanur-Sampalan-Bias Munjul, pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Bendungan Sidan dan Tamblangan, Jalan Tol Jagat Kerthi Bali arah Gilimanuk-Mengwi dan pengembangan pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub.

Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyusun konsep Ekonomi Kerthi Bali untuk mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi, ekonomi harmonis terhadap alam, hijau/ ramahlingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.

Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, telah dijadikan acuan oleh Kementerian Perencanaan PembangunanNasional dalam menyusun Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru yang hijau, tangguh dan sejahtera, yang secara langsung diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada, Jumat, 3 Desember 2021 lalu.

Penguatan Bali Era Baru, juga telah dilaksanakan dengan memberlakukan tata-titi kehidupan krama Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, dengan menyelenggarakan peringatan rahina Tumpek secara niskala dan sakala.

Tata-titi kehidupan krama Bali diselenggarakan sebagai upaya internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai laku hidup sehari-hari “nak Bali”yang berkarakter dan berjati diri, sekaligus menjadi benteng ketahanan budaya dalam menghadapi arus deras dinamika perubahan zaman dalam skala lokal, nasional dan global sekaligus sebagai intervensi terhadap budaya asing.

Berbagai produk hukum dan capaian pembangunan Bali harus dijadikan pondasi yang kokoh guna semakin memantapkan pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ke depan sebagai gerakan perubahan bersama oleh seluruh masyarakat Bali untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan dalam Bali Era Baru. (red/fb)

Facebook Comments Box