Diogo Costa Bikin Dua Penyelamatan Gemilang, Gagalkan Peluang Lamine Yamal dan Álex Baena

Diogo Costa Bikin Dua Penyelamatan Gemilang, Gagalkan Peluang Lamine Yamal dan Álex Baena

M-Radar News, Penjaga gawang Portugal, Diogo Costa, menjadi pahlawan dengan melakukan dua penyelamatan beruntun yang menggagalkan peluang Lamine Yamal dan Álex Baena pada babak pertama laga Portugal vs Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) waktu setempat.

Duel yang berlangsung di AT&T Stadium, Dallas, Amerika Serikat, itu berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol tampil agresif dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.

Peluang emas pertama datang dari kaki Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, namun Diogo Costa mampu menepis bola dengan sigap.

Bola muntah jatuh ke kaki Álex Baena yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa membuang waktu, pemain sayap Atletico Madrid itu langsung melepaskan tembakan. Namun, Diogo Costa kembali bereaksi cepat dengan melakukan penyelamatan kedua, menggagalkan peluang Baena.

Dua penyelamatan itu menjadi sorotan karena terjadi dalam waktu singkat. Diogo Costa menunjukkan refleks luar biasa dan ketenangan di bawah tekanan.

Pertandingan Portugal vs Spanyol merupakan salah satu partai paling dinantikan di babak 16 besar. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan di turnamen ini. Portugal lolos setelah mengalahkan Kroasia di babak sebelumnya, sementara Spanyol tampil meyakinkan saat mengalahkan Austria dengan skor 3-0.

Pemenang laga ini akan berhadapan dengan pemenang duel antara Amerika Serikat dan Belgia di perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 di SoFi Stadium, Inglewood.

Diogo Costa sebelumnya juga menjadi pahlawan Portugal saat melawan Slovenia di Euro 2024, di mana ia melakukan tiga penyelamatan dalam adu penalti. Penampilannya kali ini kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia.

Álex Baena sendiri menjadi salah satu pemain kunci Spanyol di turnamen ini. Pemain berusia 24 tahun itu sempat diragukan kemampuannya karena jarang menjadi starter di klubnya, Atletico Madrid. Namun, pelatih Luis de la Fuente tetap memercayainya dan Baena membayar kepercayaan itu dengan penampilan impresif.

Sebelum laga melawan Portugal, Baena mencetak gol saat Spanyol mengalahkan Uruguay dan memberikan assist saat melawan Austria. Ia juga hampir mencetak gol dari tendangan bebas yang membentur mistar gawang Austria.

Baena mengakui bahwa perjalanan kariernya tidak mudah. Ia harus meninggalkan rumah pada usia 11 tahun untuk bergabung dengan akademi Villarreal, berjarak 500 kilometer dari keluarganya di Roquetas de Mar. Keputusan itu didorong oleh ibunya yang meyakinkannya untuk tidak menyesal.

Ia juga sempat mengalami masa sulit setelah insiden dengan Fede Valverde pada 2023. Tekanan media dan publik membuatnya nyaris meninggalkan sepak bola. Ia bahkan menulis pesan kepada ibu dan psikolognya bahwa ia ingin berhenti. Dukungan keduanya membuatnya bertahan.

Baena kini bekerja dengan psikolog selama enam tahun untuk mengelola tekanan. Ia menganggap kesehatan mental sama pentingnya dengan kebugaran fisik. Perjuangannya membuahkan hasil, dan ia kini menjadi pemain penting di skuad Spanyol.

Pelatih Luis de la Fuente membela keputusannya memanggil Baena. Menurutnya, Baena adalah pemain yang lebih cocok untuk tim nasional. Ia memiliki kualitas berbeda dibanding pemain sayap lainnya seperti Lamine Yamal atau Nico Williams. Baena memberikan variasi permainan dengan kemampuannya bermain di dalam kotak dan melepaskan tembakan jarak jauh.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup