Menko Pangan Minta Maaf atas Gonjang-Ganjing MBG, Pemerintah Fokus Benahi Program di Wilayah 3T dan Tambah Titik Baru
M-Radar News, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakstabilan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari satu tahun terakhir. Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan dan refocusing program dalam waktu dua bulan ke depan untuk meningkatkan kualitas layanan MBG, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mendapat perhatian besar dari pemerintah dengan anggaran sementara sebesar Rp240 triliun dalam RAPBN 2027. Program ini menargetkan hampir 70 juta penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan MBG dan sudah mengambil langkah perbaikan. Salah satu fokus utama adalah percepatan layanan MBG di wilayah 3T, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku, yang akan diselesaikan dalam satu bulan ke depan.
Selain itu, pemerintah menargetkan penyelesaian penyaluran MBG bagi sekitar 11 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam kurun waktu satu hingga dua bulan. Pemerintah juga akan menambah 13.000 titik layanan MBG baru, terutama di luar Pulau Jawa, dan menyelesaikan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi 7.000 hingga 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan kesehatan. Jika SPPG tidak memenuhi standar, pemerintah memberikan batas waktu tambahan hingga satu minggu atau menutup layanan tersebut.
Penataan ulang program MBG ini didukung oleh kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini dipimpin oleh Sudaryono, yang dinilai sebagai sosok muda, terbuka, dan cerdas. Dengan perubahan ini, pemerintah optimistis pelaksanaan MBG akan berjalan lebih baik dan sesuai harapan masyarakat.
Dengan fokus pada wilayah 3T dan kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, pemerintah berharap program MBG dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat. Zulkifli Hasan juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan pengertian selama proses evaluasi dan perbaikan program berlangsung.
Pelaksanaan MBG yang efektif diharapkan dapat membantu mengatasi masalah gizi buruk dan meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











