Hadapi Musim Hujan, DPU Pengairan Banyuwangi Optimalkan 190 Titik Saluran Air dan Siagakan Pompa Mobile

Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto, Sobo, Banyuwangi. Foto: istimewa

M-Radar News, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan curah hujan dan potensi genangan selama musim hujan.

Salah satu upaya yang dilakukan, yakni melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan sebanyak 190 titik saluran air serta bangunan pengairan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pematusan tetap berfungsi optimal saat terjadi peningkatan debit air.

Baca juga:

Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Dedi Kurniawan, S.T., mengatakan, pemeliharaan tidak hanya difokuskan pada saluran air, tetapi juga mencakup optimalisasi fungsi pintu-pintu air dan dam.

“Kecepatan dan ketepatan pengoperasian pintu air sangat krusial untuk mengatur aliran saat debit air mengalami lonjakan signifikan, sehingga risiko genangan atau luapan dapat diminimalkan,” kata Dedi dalam keterangan resmi, Jumat (2/9/2026).

Menurut Dedi, kesiapan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kondisi debit air. Karena itu, pemantauan dan pemeliharaan dilakukan untuk memastikan saluran maupun bangunan pengairan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain rehabilitasi saluran dan bangunan pengairan, Dinas PU Pengairan juga mengandalkan tiga stasiun pompa pematusan yang berada di sejumlah kawasan yang dinilai rentan mengalami genangan.

Tiga stasiun tersebut terdiri atas dua unit stasiun pompa di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, serta satu unit stasiun pompa di Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan.

Untuk menghadapi kondisi darurat di lapangan, Dinas PU Pengairan turut menyiagakan berbagai peralatan pendukung. Di antaranya dua unit alat berat excavator dan empat unit pompa mobile yang dapat dipindahkan ke lokasi genangan sesuai kebutuhan.

Baca juga:

Keberadaan pompa mobile tersebut, diharapkan dapat mempercepat proses penanganan apabila terjadi genangan di wilayah yang membutuhkan penanganan segera. Sementara alat berat disiapkan untuk mengatasi berbagai hambatan fisik yang berpotensi mengganggu aliran air.

Upaya mitigasi banjir juga diperkuat melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi. Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kondisi darurat dapat berlangsung secara cepat dan terpadu.

Dengan kesiapan infrastruktur, peralatan penanganan darurat, serta koordinasi antarlembaga, Pemkab Banyuwangi berharap potensi dampak musim hujan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan peningkatan debit air dan genangan di sejumlah wilayah Banyuwangi, selama musim hujan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup