Wajib Dikunjungi, Geopark Ijen: Destinasi Favorit Wisatawan Lokal hingga Mancanegara

Dewan UGG Resmi Usulkan Pengesahan Geopark Ijen sebagai Unesco Global Geopark

JATIM, (M-RADARNEWS),-                  Banyuwangi saat ini masih menjadi salah satu destinasi favorit dan populer bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kekayaan alam dan seni budaya yang dimiliki, menjadikan alasan banyak orang untuk memilih Kabupaten Banyuwangi untuk mengisi liburan atau berwisata alam. Salah satu wisata alam yang menjadi pilihan favorit pilihan generasi muda yakni ‘Geopark Ijen’.

Geopark ijen terletak di 2 wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Nama Ijen diambil dari Gunung Ijen yang menjadi dasar pembentukan cerita geologi di keseluruhan kawasan Geopark ini, serta hubungannya dengan unsur biologi maupun budaya yang ada di sekitarnya. Terdapat 21 situs geologi yang dikembangkan, mulai dari skala lokal hingga skala internasional.

Salah satu dari banyak situs geologi yang mempunyai fenomena luar biasa adalah Kawah Ijen, danau kawah paling asam di bumi dengan api biru yang muncul di daerah Solfatara. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Geopark Ijen adalah blue fire (api biru) di dalam kawah yang terletak di puncak Gunung Ijen dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar, yang berada di kawasan Cagar Alam Taman Wisata tersebut.

Pesona keindahan fenomena alam blue fire (api biru) Kawah Ijen. (Foto by @PemkabBanyuwangi)

Fenomena blue fire tak hanya menarik perhatian wisatawan saja, namun juga para peneliti hingga ahli geologi. Jika kita tak ingin ketinggalan menyaksikan fenomena api biru ini, maka akan lebih baik untuk memulai mendaki saat dini hari. Karena waktu yang paling tepat melihat keindahan api biru yang sedang menyala-nyala adalah saat kondisi sekitar masih gelap, dan waktu yang dibutuhkan untuk pendakian dari Pos Paltuding adalah sekitar 3-4 jam.

Tak hanya fenomena blue fire saja yang bisa kita dapatkan saat melakukan pendakian di tengah malam. Setelah puas menyaksikan blue fire, kita bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit yang indah dari puncak ijen. Selain itu, untuk mendapatkan spot sunrise yang berbeda dari spot api biru, dari kawah kita perlu naik sedikit lagi ke atas hingga menuju spot untuk menyaksikan sunrise.

Banyak daya tarik yang dimiliki oleh Kawah Ijen, sehingga membuatnya selalu ramai dikunjungi. Bagi yang bosan berlibur di tempat yang itu-itu saja dan ingin mencoba wisata yang lebih seru dan ekstrim, maka wisata kawah ini layak untuk dicoba. Bahkan destinasi wisata ini dikatakan wajib dikunjungi meski sekali seumur hidup.

Pemandangan matahari terbit (sunrise) di puncak Ijen. (Foto by @google)

Sebelumnya, pada bulan Januari 2023 lalu, pengembangan Geopark Ijen terus mendapat dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB melakukan riset pemetaan pariwisata Geopark Ijen. Terdapat 33 mahasiwa pascasarja program studi Teknik Geologi yang akan melaksanakan sejumlah kegiatan perencanaan di Geopark Ijen.

Dipilihnya Geopark Ijen sebagai lokasi program riset, karena keunikan geologi Banyuwangi yang tidak dimiliki di tempat lain di Indonesia. Di mana ada gunung api yang menjadi fosil berdampingan dengan gunung yang masih aktif. Selain itu juga bagaimana kemunculan blue fire (api biru) satu satunya di dunia.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan terima kasihnya kepada ITB yang terus mendukung pengembangan Geopark Ijen. Menurutnya, ITB telah banyak membantu Geopark Ijen yang saat ini telah resmi diusulkan oleh Dewan UGG untuk pengesahan sebagai UGG. “Terimakasih ITB yang sudah melakukan banyak hal untuk Banyuwangi sejak 2017. Mulai melakukan riset dan bentuk dukungan lainnya hingga Geopark Ijen memasuki tahapan usulan pengesahan dari Dewan Unesco Global Geopark” katanya.

Bupati Ipuk Fiestiandani saat menerima mahasiswa ITB yang akan melaksanakan riset Geopark Ijen. (Foto by @PemkabBanyuwangi)

“Harapan saya, semoga dengan adanya kerjasama ini pengelolaan Geopark Ijen bisa lebih baik. Kami akan siapkan tim untuk mendampingi rekan-rekan Teknik Geologi ITB supaya apa yang direncanakan bisa tercapai,” harap Bupati Banyuwangi.

Sekedar informasi, Saat ini Dewan UNESCO Global Geopark (UGG) telah bersepakat mengusulkan secara resmi Geopark (taman bumi) Ijen untuk disahkan sebagai UGG. Pada sidang di hadapan lebih dari 73 pengamat dan perwakilan lebih dari 20 negara anggota, Ijen bersama enam geopark lain dari berbagai belahan dunia diusulkan untuk ditetapkan sebagai UGG baru.

Untuk diketahui, selain sebagai tempat wisata alam. Banyak event yang sering kali diadakan, terutama oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang sekarang sedang giat-giatnya mempromosikan Kawah Ijen dalam daftar objek wisatanya. Event-event tersebut di antaranya Tour de Ijen (sekarang berubah nama ‘International Tour de Banyuwangi Ijen’), Jazz Ijen Banyuwangi, dan sebagainya. (red)

Tutup