Menkomdigi Minta Pemda Tingkatkan Peran Aktif Tangkal Disinformasi Kesehatan di Ruang Digital
M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid meminta Pemerintah Daerah (Pemda) meningkatkan peran aktif dalam menangkal maraknya disinformasi kesehatan di ruang digital. Ia menegaskan, bahwa penyebaran informasi keliru, terutama terkait isu kesehatan, dapat membahayakan keselamatan warga.
“Kita melihat tantangan yang nyata. Banyak masyarakat menjadi target disinformasi, terutama di bidang kesehatan. Banyak sekali informasi yang tidak benar disampaikan oleh orang-orang tanpa latar belakang kesehatan,” ujar Meutya dalam siaran persnya, Jumat (21/11/2025).
Menurut Meutya, konten kesehatan yang menyesatkan sering kali diproduksi oleh kreator tanpa kompetensi medis, namun dikemas menarik sehingga mudah dipercaya publik. Dalam konteks ini, pemerintah daerah dinilai memiliki peran strategis karena paling dekat dengan masyarakat.
“Pemerintah daerah harus semakin dekat dengan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan publik, menyediakan sarana informasi yang tepat, serta menyampaikan informasi secara benar dan konsisten,” tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan informasi resmi, Meutya mendorong pemda memanfaatkan jaringan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI yang menjangkau hingga pelosok. Ia menyebut RRI sebagai contoh media publik yang tetap relevan karena mampu beradaptasi dan berkonvergensi dalam ekosistem digital.
“Di tengah tantangan era digital, RRI tetap eksis dan mampu berkonvergensi. Tidak hanya menyediakan layanan radio seperti biasa, tetapi juga menghadirkan konten digital,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Menkomdigi juga mengapresiasi penyelenggaraan RRI Awards 2025, yang dinilai dapat meningkatkan kualitas komunikasi publik pemerintah daerah. Menurutnya, penghargaan tersebut memotivasi daerah untuk menyampaikan informasi program pemerintah dengan lebih jelas dan mudah dipahami.
“Ini memberi semangat kepada teman-teman di daerah untuk melakukan komunikasi publik atas program-program pemerintah pusat maupun daerah agar lebih mudah dipahami masyarakat,” kata Meutya.
Pemerintah berharap, melalui penguatan peran pemda dan kolaborasi dengan media publik seperti RRI, masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan tidak mudah terpengaruh disinformasi yang berpotensi membahayakan.











