Gubernur Luthfi Luncurkan 150 Kecamatan Berdaya, Dorong Pembangunan Inklusif di Jateng
M-RADARNEWS.COM, JATENG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meresmikan sebanyak 150 kecamatan sebagai pilot project Program Kecamatan Berdaya, Kamis (30/10/2025). Program ini digagas untuk mendorong pembangunan inklusif melalui penguatan potensi dan kreativitas masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Peluncuran program dipusatkan di Lapangan Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, dengan dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Tengah, kepala OPD, serta bupati dan wali kota se-Solo Raya.
Menurut Luthfi, Kecamatan Berdaya akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan, yang melibatkan seluruh elemen warga mulai dari perempuan, anak, generasi Zilenial, penyandang disabilitas, lansia, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Nanti (sasarannya) bisa diperluas sesuai potensi dan wilayahnya masing-masing. Artinya ini tidak hanya simbolis program, tapi kita manfaatkan betul, sehingga masyarakat kita yang kurang berdaya kita berdayakan,” ujar Luthfi.
Dalam program tersebut, jelas Luthfi, setiap kecamatan akan dilengkapi dengan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), layanan Kartu Zilenial, pusat ekonomi kreatif, hingga sport center.
Sejumlah layanan di dalam program itu juga sudah berjalan dan mendapat respon positif dari masyarakat. Luthfi menyebut, Kartu Zilenial kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 9.000 generasi muda di Jawa Tengah.
“Contoh Kartu Zilenial menembus angka 9 ribu. Nanti 56 persen penduduk Jawa Tengah yang terdiri dari generasi milenial dan Z, dia harus mempunyai keterampilan yang siap pakai,” ungkapnya.
Untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Luthfi juga meminta agar program milik dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota dapat digulirkan di setiap kecamatan.
Misalnya, Dinas Sosial diminta memperkuat pembinaan bagi penyandang disabilitas agar mandiri, sedangkan Dinas Ketenagakerjaan didorong memfasilitasi pelatihan kerja agar difabel bisa terserap di BUMD, yang kini menyediakan kuota kerja 1–2 persen.
Selain peningkatan keterampilan, Kecamatan Berdaya juga menghadirkan bantuan hukum untuk perempuan korban kekerasan dan pendampingan usaha bagi generasi muda kreatif.
Lebih lanjut Gubernur Luthfi menegaskan, tujuan utama program ini adalah menurunkan angka kemiskinan melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan kualitas SDM. “Kecamatan Berdaya ujungnya adalah mengikis angka kemiskinan, baik di provinsi, kabupaten/kota, maupun desa,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako bagi anak dan ibu rentan, beras sebanyak 1 ton, serta 400 paket sembako dari Baznas Jawa Tengah untuk masyarakat kurang mampu di Desa Sidodadi.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut positif program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi tersebut. Ia bahkan telah menetapkan lima kecamatan sebagai pilot project, yakni Gondang, Kedawung, Karangmalang, Sukodono, dan Masaran.
“Kecamatan Berdaya menjadi energi positif bagi Sragen yang sedang gencar melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan yang merata,” ujarnya. (ed/kf)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












