Serangan Rusia Gempur Sejumlah Wilayah Ukraina, Sedikitnya 26 Orang Tewas Termasuk Anak-anak

Petugas layanan darurat berupaya menyelamatkan penduduk dari bawah reruntuhan sebuah gedung apartemen yang dihantam serangan rudal Rusia di kota Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina. Foto: dok/reuters/afp.

M-Radar News, Internasional – Serangkaian serangan Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina, pada Rabu, 7 Oktober 2026, menewaskan sedikitnya 26 orang. Lima di antaranya merupakan anak-anak yang meninggal setelah sebuah rudal menghantam gedung apartemen di Pryluky, wilayah Chernihiv, saat warga sedang tidur.

Ledakan tersebut menghancurkan sebagian bangunan apartemen lima lantai. Sejumlah jendela pecah, sementara bagian bangunan berubah menjadi puing-puing beton dan logam yang terbakar.

Baca juga:

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, bahwa tiga anak yang menjadi korban baru berusia 12 bulan, sementara satu korban lainnya berusia delapan tahun.

Kementerian Dalam Negeri Ukraina, kemudian melaporkan penemuan jenazah seorang anak lain dari bawah reruntuhan pada Rabu malam. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat serangan di Pryluky menjadi 19 orang.

Zelenskyy mengatakan, sedikitnya tujuh anak lainnya termasuk di antara puluhan orang yang mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Ia menuding Rusia sengaja menyerang kawasan permukiman dan warga sipil.

“Penggunaan rudal yang terus menerus terhadap Ukraina, terhadap rakyat kami, anak-anak kami, adalah pilihan teror yang benar-benar disengaja,” kata Zelenskyy dikutib afp, Rabu (7/10/2026).

Seorang warga Pryluky, Olena Sayun (40) mengatakan, bahwa serangan terjadi ketika keluarganya sedang berada di rumah. “Kami sedang di rumah, tidur,” ujarnya.

Ia mengatakan, ledakan membuat jendela rumahnya pecah. Sayun dan suaminya kemudian melindungi anak mereka dengan tubuh masing-masing. Suaminya mengalami luka di bagian punggung, sementara anak mereka mengalami kepanikan dan ketakutan.

Serangan Meluas ke Sejumlah Kota

Serangan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat atau 03.30 GMT. Serangan itu terjadi sehari setelah Zelenskyy, memperingatkan kemungkinan serangan besar-besaran Rusia, terutama terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Selain Pryluky, sejumlah kota lain juga menjadi sasaran. Dua orang dilaporkan tewas setelah rudal menghantam gedung-gedung tinggi di Dnipro dan Kremenchuk, sementara dua orang lainnya tewas di Oleksandriya.

Di Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko mengatakan, dua orang tewas dalam kebakaran yang dipicu serangan Rusia di kawasan Darnytskyi yang padat penduduk. Satu orang lainnya dilaporkan tewas setelah serangan membakar sebuah mobil di halaman kompleks apartemen.

Sementara Angkatan Udara Ukraina mengatakan, bahwa Rusia meluncurkan sedikitnya 50 rudal dan 130 drone dalam serangan terhadap sejumlah wilayah, termasuk Dnipropetrovsk, Kyiv, Kharkiv, dan Poltava.

Militer Ukraina menyatakan telah mencegat lima rudal balistik, 39 rudal jelajah, serta lebih dari 100 drone dalam serangan tersebut.

Namun, Ukraina menghadapi tantangan dalam menghadapi drone bertenaga jet yang memiliki kecepatan tinggi serta rudal balistik yang lebih sulit dicegat.

Warga Kyiv Berlindung di Stasiun Metro

Serangan yang semakin sering terjadi membuat warga Kyiv, meningkatkan kewaspadaan menjelang musim dingin. Sirene peringatan serangan udara terdengar hampir terus-menerus di ibu kota.

Baca juga:

Sejumlah warga memilih menghabiskan malam di stasiun kereta bawah tanah dengan membawa tas, tikar tidur, dan selimut.

seorang pekerja bank Iryna Rybalchenko mengatakan, dirinya bersama warga lainnya meninggalkan tempat kerja dan mencari perlindungan setelah mendapat peringatan serangan. “Seluruh Kyiv diliputi rasa takut,” katanya.

Pemadaman listrik juga terjadi di sejumlah kawasan Kyiv pada Rabu malam. Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah ibu kota gelap, mengganggu lalu lintas, dan menyebabkan gangguan pasokan air di sejumlah kawasan.

Wali Kota Kyiv, sebelumnya telah memperingatkan agar ibu kota berada dalam kondisi siaga menyusul serangkaian serangan terhadap jembatan dan infrastruktur energi.

Korban Juga Berjatuhan di Wilayah yang Diduduki Rusia

Di sisi lain, korban jiwa juga dilaporkan terjadi akibat serangan Ukraina, terhadap wilayah yang berada di bawah kendali Rusia.

Di wilayah Kherson yang diduduki Rusia, dua orang, termasuk seorang remaja perempuan, dilaporkan tewas dalam serangan drone. Informasi tersebut disampaikan kepala wilayah yang ditunjuk Rusia melalui Telegram.

Dua orang lainnya juga dilaporkan tewas akibat serangan drone di sebuah desa dekat Kota Donetsk. Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Donetsk yang ditunjuk Rusia, Alexei Kulemzin.

Zelenskyy mengatakan, Ukraina memberikan “tanggapan yang adil” terhadap serangan Rusia. Menurutnya, pasukan Ukraina menyerang dua fasilitas minyak dan sebuah lokasi pelatihan di wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan, serta sejumlah sasaran di Laut Hitam.

Zelenskyy menyebut, serangan Rusia tersebut sebagai salah satu serangan paling keji dalam konflik yang telah berlangsung hampir lima tahun.

Ia juga menegaskan, bahwa penguatan sistem pertahanan udara menjadi kebutuhan penting bagi Ukraina untuk menghadapi serangan rudal dan drone Rusia.

Sementara itu, meningkatnya serangan jarak jauh dari kedua pihak memicu kekhawatiran baru terkait bertambahnya korban sipil di tengah konflik Rusia-Ukraina, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup