Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol: 68 Orang Tewas, Puluhan Kritis

Petugas penyelamat bekerja di lokasi tabrakan dua kereta api berkecepatan tinggi antara kota Mora dan Orgaz, dekat Toledo, Spanyol, 28 Oktober 2026, waktu setempat. Foto: dok/reuters

M-Radar News, Internasional – Tragedi kembali menimpa transportasi kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol. Sebuah kereta cepat menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti di dekat Urda, Provinsi Toledo, Castilla-La Mancha, pada Rabu pagi.

​Tabrakan hebat tersebut menyebabkan dua gerbong tergelincir dari rel dan menewaskan sedikitnya 68 orang. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta yang terparah di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga:

​Kecelakaan terjadi di jalur kereta api cepat yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla. Insiden ini melibatkan kereta cepat AVE milik operator negara, Renfe, serta kereta milik perusahaan swasta, Iryo.

Kepala Pemerintahan Wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page mengonfirmasi selain puluhan korban jiwa, sekitar 80 orang mengalami luka-luka.

“Dari jumlah tersebut, 50 orang menderita luka serius dan 15 lainnya dalam kondisi kritis. Korban luka saat ini dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat,” ujar Emiliano Garcia dikutib reuters, Rabu (38/10/2026).

Juru Bicar Pemerintah Daerah Castilla-La Mancha, Esther Padilla menjelaskan, kedua kereta melaju searah dari Madrid menuju Sevilla. Kereta Renfe mengangkut 397 penumpang, sementara kereta Iryo membawa 147 penumpang.

“Benturan keras mengakibatkan dua gerbong kereta Iryo keluar jalur hingga terguling ke lereng di tepi rel,” ungkapnya.

Dugaan Kegagalan Sistem dan Human Error

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente mengungkapkan adanya potensi kegagalan sistem kendali sinyal LZB sekitar pukul 08.30 waktu setempat (07.00 GMT) di sepanjang jalur 63 kilometer. Kondisi tersebut memengaruhi perjalanan setidaknya enam kereta.

Meski sinyal bermasalah, kendali perjalanan dialihkan ke Pos Kendali Atocha. Pusat kendali tersebut memercayakan kereta untuk tetap melanjutkan perjalanan secara normal.

“Keputusan untuk melanjutkan lalu lintas tanpa pemulihan sistem berasal dari pusat kendali. Ini adalah situasi yang sulit dijelaskan,” tegas Puente dalam konferensi persnya.

Pemerintah Tetapkan 3 Hari Masa Berkabung

Dua ratus lebih personel Unit Tanggap Darurat Militer (Military Emergencies Unit) disiagakan di lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan puing-puing gerbong. Pemerintah Kota Los Yebenes turut menyalurkan bantuan logistik bagi korban terdampak.

Baca juga:

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober. Sánchez menegaskan pemerintah akan mengusut tuntas penyebab tragedi ini.

“Jika ada unsur kelalaian atau kegagalan sistem, kami akan mengambil tindakan tegas. Sangat tidak dapat diterima negara seperti Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta dalam satu tahun yang sama,” ujar Sánchez.

Tragedi ini terjadi hanya sembilan bulan setelah kecelakaan kereta cepat di jalur yang sama pada Januari lalu yang merenggut 46 nyawa.

Peristiwa beruntun ini menjadi pukulan telak bagi pemerintah Spanyol, terlebih menjelang pemilihan umum yang bakal digelar satu bulan mendatang.

Operator infrastruktur kereta Spanyol (ADIF) menghentikan sementara seluruh layanan kereta cepat rute Madrid-Andalusia. Tim penyelidik dari Garda Sipil juga diturunkan ke lokasi untuk investigasi bencana.

Dukungan dan simpati mengalir dari jajaran pemimpin Eropa. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, serta Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Spanyol.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Baca juga:
Tutup