Digelar Setiap Pekan, “BCE” Event Ajang Panggung para Pelajar Kenalkan Seni Budaya Asli Banyuwangi
JATIM, (M-RADARNEWS),- Setiap tahunnya, Banyuwangi memiliki kalender pariwisata yakni Banyuwangi Festival (B-Fest) yang digelar sepanjang tahun sebagai sarana pertumbuhan ekonomi. Salah satu event yang digelar setiap pekan yang menyuguhkan berbagai atraksi seni dan budaya.
Menariknya, atraksi tersebut ditampilkan pelajar-pelajar Banyuwangi dalam sebuah event ‘Banyuwangi Culture Everyweek’ (BCE). Event ini digelar sebagai panggung bagi pelajar untuk menampilkan minat dan bakat kreasi kesenian dan budaya di hadapan para pengunjung (wisatawan).
Event ini diikuti oleh para pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) dari berbagai kecamatan di Banyuwangi secara bergiliran. Selain itu, juga sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal Banyuwangi pada generasi muda.

Tujuan event ini digelar, agar anak-anak generasi muda bisa mengenal, mencintai, dan bangga pada seni dan budaya daerah. Dalam ajang panggung ini, puluhan siswa yang berbakat seni ini menampilkan beberapa kesenian seperti musik, tarian atau syair-syair yang menarik.
Sekedar informasi, Banyuwangi Culture Everyweek tahun ini dibuka langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pada Sabtu, 4 Februari 2023 lalu. Bupati Ipuk dalam sambutannya mengatakan, BCE ini kami selenggarakan dalam rangka memberi apresiasi dan panggung bagi para siswa di sekolah-sekolah seluruh Kabupaten Banyuwangi untuk mengaktualisasikan kemampuannya.
“Selain itu, event ini sekaligus upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal. Ajang ini juga menjadi sarana merajut harmoni. Dalam setiap pelaksanaan, para pelajar dari berbagai sekolah dan kecamatan akan saling bertemu dan berkolaborasi menyajikan suguhan yang atraktif,” katanya.

Bupati Ipuk berharap Banyuwangi Culture Everyweek ingin mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa Banyuwangi tidak hanya satu suku (etnis), bukan hanya Osing, tapi Banyuwangi itu beragam suku. Jadi bagaimana mereka menyambungkan antara suku Madura dengan Osing dan bagaimana mereka mengkolaborasikan suku Matraman dengan suku Tionghoa, dan lain sebagainya.
“Inilah upaya kita, dan yang terlebih penting lagi anak-anak kita punya karakter yang lebih baik bagaimana mereka saling menghormati satu sama lain. Dengan gerakan Banyuwangi Rebound, pilar ketiga merajut harmoni salah satunya didukung dengan event Banyuwangi Culture Everyweek,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain pembukaan Banyuwangi Culture Everyweek, bupati Ipuk Fiestiandani juga melaunching Banyuwangi Festival (B-Fest) 2023 dengan 55 event. (red)








