Inilah Perkembangan dan Himbauan Gubernur Koster Terkait Penanganan Covid-19 di Bali

BALI, (M-RADARNEWS.COM),-        Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak selaku Ketua Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan dan himbauan terbaru lewat Video Conference pada, Rabu, 8 April 2020. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 215 orang.

Gubernur Koster didampingi Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan upaya penanganan terbaru yang dilakukan Pemprov Bali. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 215 orang, pasien positif sebanyak 49 orang (7 orang WNA dan 42 orang WNI), jadi bertambah 6 orang WNI dari kemarin.

“Dari kemarin, jumlah pasien positif domisili Bali sebanyak 27orang bertambah 1 orang. Jumlah pasien positif PMI sebanyak 15 orang, bertambah 5 orang. Jumlah pasien meninggal WNA sebanyak 2 orang. Jumlah pasien positif yang sembuh sebanyak 19 orang (4 orang WNA dan 15 orang WNI),” terang Gubernur Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (08/04/2020).

Lanjutnya menyampaikan, untuk jumlah pasien yang dirawat sebanyak 28 orang (1 orang WNA dan 27 orang WNI). Kecenderungan Pasien Positif dari PMI terus bertambah, kebanyakan bekerja di Amerika dan Italia.

Terkait Warga Bali yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) / Anak Buah Kapal (ABK), diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 orang. Sejak 29 Maret sampai 7 April 2020 sudah dipulangkan dari Negaranya sebanyak 6.174 orang.

“Nanti malam akan pulang dari Amerika sebanyak 601 orang. Setiap hari ada yang pulang dari berbagai Negara, dan semuanya harus mengikuti Rapid Test.
Yang negatif boleh pulang, tetapi harus mengikuti Karantina mandiri di rumah dengan disiplin dan diawasi oleh Satgas Gotong Royong Desa Adat. Mohon agar masyarakat di Desa Adat/Desa bisa menerima kepulangan warganya tapi harus diawasi,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan tempat Karantina bagi warga Bali yang menjadi PMI/ABK, kapasitas 1.012 tempat tidur, bertempat di Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali, Badan Pelatihan SDM Provinsi Bali, Wisma Bima milik Kementerian PU, Politeknik Transportasi Darat milik Kementerian Perhubungan (cadangan).

“Tempat yang dipakai Karantina ini, merupakan fasilitas pendidikan bagi para pegawai dan pejabat struktural. Berisi fasilitas yang memadai berupa kamar tidur, tempat tidur, dan dilengkapi AC. Juga telah diberi fasilitas makanan dan minuman dengan kualitas baik secara gratis yang biasa disiapkan oleh Katering. Dalam pencegahan Covid-19 juga disiapkan petugas medis serta aparat keamanan,” ungkapnya.

Dengan ini, RS PTN UNUD dijadikan sebagai Pusat Penanganan Covid-19,
Mulai beroperasi tanggal 7 April 2020.
Jumlah kamar yang sudah siap untuk merawat pasien positif sebanyak 9 kamar. Selain itu, ditambah 40 kamar dengan 65 tempat tidur untuk pasien positif dan kamar yang sedang disiapkan untuk PDP sebanyak 32 kamar (1 kamar dengan 1 tempat tidur). Disiapkan Dokter Spesialis, Dokter Umum, dan Perawat sesuai kebutuhan.

“Penanganan Covid-19 di RS PTN UNUD didanai dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2020. Dengan mulai berfungsinya RS PTN UNUD, maka pasien PDP dan pasien positif Covid-19 yang baru tidak lagi dirawat di RSUD Kabupaten/Kota, agar penyebaran Covid-19 semakin terkendali. Sedangkan pasien positif yang berat akan dirawat di RSUP Sanglah,” bebernya.

Gubernur Koster menambahkan, untuk penyediaan perlengkapan Covid-19 yakni Alat Pelindung Diri (APD) merupakan bantuan dari Kepala BNPB sebanyak 12.500 unit dan telah dibagikan kepada semua RS Rujukan sebanyak 12.300 unit.

“Masih tersedia sebanyak 200 unit.
Pengadaan sendiri sebanyak 4.000 unit (belum datang -red). Sedangkan mengenai Rapid Test Kit, mendapat bantuan juga dari Kepala BNPB sebanyak 12.200 Kit, serta akan mendapat lagi 5.000 Kit dan telah dibagikan kepada semua RS Rujukan. Sudah dipakai untuk Rapid Test PMI sebanyak 6.174 Kit, Masih tersedia sebanyak 650 Kit. Selain itu, dari pengadaan sendiri sebanyak 4.000 Kit (baru datang 200 Kit). Kita juga sedang menunggu kedatangan bantuan dari Pihak Ketiga (Temasek – Singapore) sebanyak 20.000 Kit, sudah tiba dan sedang diproses di Bandara Soekarno Hatta. Terkait maker, kita juga mendapatkan bantuan sebanyak 37.500 pcs. Masker N95 ex. Gunung Agung sebanyak 24.960 pcs,” ujarnya.

Selaku Ketua Gugus Tugas Pelaksana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Wayan Koster juga menyampaikan agar Bandesa Adat bersinergi dengan Kepala Desa/Lurah segera memfungsikan Satgas Gotong Royong di Desa Adat, untuk melaksanakan tugas secara niskala dan tugas secara sakala, sesuai keputusan bersama Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali.

“Nunas ica bersama Pamangku di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat dengan cara Nyejer Daksina sampai Covid-19 berakhir dan ada pemberitahuan lebih lanjut, dan memohon kepada Ida Bhatara Sasuhunan sesuai dengan Dresta Desa Adat setempat agar wabah Covid-19 segera berakhir demi keharmonisan Alam, Krama, dan Budaya Bali,” pungkasnya. (tim/rls)

Tutup