M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui Dinas Pendidikan memastikan kesiapan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh proses seleksi tahun ini digelar serentak dan berbasis online.
Plt Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Jateng Sunarto mengatakan, bahwa seluruh proses SPMB tahun ini akan dilaksanakan serentak dan secara online untuk semua jalur yang resmi dibuka pada 3 Juni 2026.
“Pada SPMB SMA/SMK Negeri tahun ini seluruhnya dilakukan secara online, dan kegiatan tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” ujar Sunarto di Semarang, pada Selasa (12/05/2026).
Tahapan SPMB 2026/2027
Sunarto menjelaskan, rangkaian kegiatan SPMB dimulai dengan:
- Pembuatan akun: 3-12 Juni 2026
- Verifikasi berkas dan aktivasi akun: 4-13 Juni 2026
- Pendaftaran/pemilihan sekolah dan perubahan pilihan: 15-18 Juni 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 21 Juni 2026
- Awal Tahun Ajaran Baru: 13 Juli 2026
Kuota Jalur Seleksi SMA dan SMK Negeri
SPMB SMA Negeri diselenggarakan melalui empat jalur, yaitu:
- Jalur domisili: minimal 33 persen
- Jalur afirmasi: minimal 32 persen
- Jalur prestasi: minimal 30 persen
- Jalur mutasi: maksimal 5 persen
Sementara SPMB SMK Negeri melalui tiga jalur:
- Seleksi prestasi: minimal 75 persen
- Seleksi afirmasi: minimal 15 persen
- Seleksi domisili terdekat: maksimal 10 persen
Sedangkan jalur atau seleksi domisili khusus diberlakukan kepada wilayah kecamatan yang belum berdiri SMAN dan/atau SMKN, atau wilayah desa tempat kedudukan satuan pendidikan SMA Negeri yang berdiri di atas lahan tanah kas desa.
Sementara untuk mendukung kelancaran, Dinas Pendidikan Jateng mendapatkan dukungan dari Dinas Komunikasi, Informasi dan Digital (Komdigi) Provinsi Jateng bersinergi membuat aplikasi yang sederhana, mudah diakses, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yaitu spmb.jatengprov.go.id.
“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” tambahnya.
Lebih lanjut Sunarto mengungkapkan, bahwa tahun ini jumlah lulusan SMP/sederajat diperkirakan mencapai 567.500 murid. Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri hanya 231.399 kursi, atau sekitar 40,77 persen.
Sunarto turut menyampaikan, bahwa SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) juga membuka seleksi penerimaan tahun ini, dengan sistem SPMB terpisah yang dikelola Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng. Dinas Pendidikan memberikan dukungan pada kurikulum dan tenaga pendidikan.
“Mereka (SMANKO) mempunyai sistem (SPMB) yang terpisah, yang diatur oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami dari Dinas Pendidikan men-support dari sisi kurikulum, ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jateng kembali menggulirkan Program Sekolah Kemitraan bagi murid dari keluarga kurang mampu secara gratis. Tahun ini terdapat 139 sekolah SMA/SMK swasta yang bekerja sama, dengan kuota 5.004 kursi bagi murid kategori Desil 1-4 pada DTSEN.
“Kita ada 139 sekolah tingkat SMA dan SMK, yang melaksanakan program tersebut. Ini program afirmasi yang diperuntukkan untuk calon murid, yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada DTSEN,” terang Sunarto.
Diungkapkan Sunarto, pembiayaan pendidikan melalui program tersebut sepenuhnya ditanggung Pemprov Jateng, dengan alokasi Rp2 juta per siswa per tahun, total daya tampung sebanyak 5.004 kursi. Pihak sekolah tidak diperbolehkan memungut biaya tambahan.
Sunarto menambahkan, dalam upaya menyiapkan lulusan vokasi yang berdaya saing tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga membuka pendaftaran bagi tiga SMK boarding di Semarang, Pati, dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Secara keseluruhan terdapat 18 SMK, baik boarding maupun semi boarding, dengan total 759 kursi yang disiapkan tahun ini,” pungkasnya. (ed/**)
