Pimpin Upacara Hari Jadi ke-80, Gubernur Luthfi Paparkan Sejumlah Capaian Positif Jateng
M-RADARNEWS.COM, JATENG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Kabupaten Batang, pada Selasa (19/08/2025).
Upacara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah dan seluruh bupati/wali kota se-Jawa Tengah, Gubernur Luthfi menyoroti berbagai capaian positif sekaligus tantangan yang harus dihadapi provinsi ini ke depan.
Peringatan delapan dekade usia Provinsi Jawa Tengah berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta, mulai dari wakil gubernur hingga para kepala daerah, kompak mengenakan pakaian adat Jawa, seperti beskap, lurik, batik, dan kebaya. Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang Jawa Tengah dalam pembangunan dan kemajuan.
Pada momentum penting tersebut, Gubernur Luthfi memaparkan sejumlah capaian positif dalam pembangunan Jawa Tengah pada semester I tahun 2025, yang patut dibanggakan.
Di antaranya, laju pertumbuhan ekonomi meningkat, realisasi investasi tumbuh positif, kemudian penyerapan tenaga kerja juga meningkat, serta angka kemiskinan yang mengalami penurunan.
“Capaian kita pada semester I tahun 2025 menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, investasi tumbuh, lapangan kerja tambah, serta angka kemiskinan turun,” kata Luthfi, dalam amanahnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,28 persen (y-on-y), meningkat dari 4,93 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 9,48 persen, turun 0,10 persen dari September 2024.
Jawa Tengah semakin menarik perhatian investor. Buktinya, realisasi investasi pada semester I 2025 melonjak hingga Rp45,58 triliun, meningkat signifikan dari Rp21,85 triliun pada triwulan I.
Lonjakan investasi ini berbanding lurus dengan peningkatan serapan tenaga kerja. Pada semester I 2025, sebanyak 222.373 orang berhasil diserap, menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa, mengungguli DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
Meski demikian, Luthfi mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tantangan utama yang perlu diintervensi bersama, antara lain Pengendalian inflasi, Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan Akselerasi program di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menutup pidatonya, Gubernur Luthfi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan spirit kolaborasi di Hari Jadi ke-80 Provinsi ini. Ia yakin, dengan kebersamaan, Jawa Tengah akan menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan, demi terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Saya mengajak seluruh jajaran dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, untuk terus bergandengan tangan, untuk mewujudkan Jawa Tengah yang berdaya saing, tata tentrem kerta raharja (tertib, tentram, sejahtera, dan berkecukupan),” tutupnya. (ed/kf)











