Portal Jembatan Koncer Rusak, Dishub Disiplin Pengendara Jadi Kunci

Portal Jembatan Koncer Rusak, Dishub Disiplin Pengendara Jadi Kunci

M-Radar News, Bondowoso – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso menegaskan kerusakan portal di Jembatan Koncer bukan disebabkan minimnya rambu lalu lintas, melainkan rendahnya disiplin pengguna jalan. Portal yang dipasang pada Kamis (9/7/2026) sore itu bertujuan membatasi kendaraan over dimension overloading (ODOL) demi melindungi konstruksi jembatan yang kondisinya dinilai sudah rawan.

Kepala Dishub Bondowoso Sigit Purnomo mengatakan, Jembatan Koncer memiliki peran vital sebagai akses penghubung kawasan selatan menuju pusat Kota Bondowoso. Keberadaan jembatan tersebut menjadi semakin penting selama proses pembangunan Jembatan Sentong masih berlangsung.

Portal dipasang oleh Bidang Bina Marga dan Sumber Daya Konstruksi (BSBK), sedangkan Dishub bertugas melengkapi fasilitas pendukung berupa rambu-rambu lalu lintas. Pembatasan kendaraan dilakukan agar jembatan tidak dilintasi kendaraan bertonase berlebih yang berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi.

“Portal itu kita pasang untuk meminimalisir terjadinya kendaraan ODOL yang lewat, karena jembatan itu kondisinya juga sudah sangat rawan,” kata Sigit.

Meski sosialisasi telah dilakukan sebelum pemasangan portal, insiden justru terjadi beberapa jam setelah fasilitas tersebut dipasang. Pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 20.34 WIB, sebuah kendaraan roda empat menabrak portal hingga menyebabkan dua portal di bagian tengah jembatan rusak parah. Akibat kerusakan tersebut, petugas membuka kembali portal pada Jumat (10/7/2026) pagi.

Sementara itu, rambu-rambu larangan melintas bagi kendaraan tertentu tetap dipertahankan di sekitar Jembatan Koncer, sembari menunggu perbaikan dan pemasangan ulang portal oleh pihak BSBK. Sigit menegaskan, penambahan jumlah rambu bukan menjadi solusi utama. Menurutnya, pemasangan rambu telah melalui kajian teknis sehingga tidak dapat dilakukan secara berlebihan.

“Rambu-rambu itu dipasang dengan menggunakan perhitungan. Tidak bisa semua rambu dibanyakin di situ, malah tidak efektif,” ujarnya.

Selain rambu, Dishub juga telah memasang lampu strobo di atas portal serta running text di simpang Koncer sebagai peringatan bagi pengguna jalan. Namun, menurut Sigit, keberhasilan upaya tersebut tetap bergantung pada kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas.

“Sebenarnya bukan masalah rambunya, cuma yang dibutuhkan itu kesadaran daripada pengguna jalan untuk mematuhi saja,” tegas Sigit.

Ia berharap masyarakat memahami bahwa pembatasan kendaraan di Jembatan Koncer dilakukan bukan untuk mempersulit pengguna jalan, melainkan sebagai langkah menjaga keselamatan serta mempertahankan fungsi jembatan hingga pembangunan Jembatan Sentong selesai.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup