Bupati Ipuk Rotasi 42 Kepala SMP, Minta Sekolah Jadi Garda Terdepan Cegah Anak Putus Sekolah

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merotasi 42 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Foto: dok/hm.

M-Radar News, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merotasi 42 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Penyerahan Surat Keputusan (SK) mutasi berlangsung di Ruang Rempeg Jagapati, Rabu (8/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menegaskan, bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pemimpin lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencegah anak putus sekolah.

“Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera dekati dan rangkul. Saya sudah berulang kali menegaskan, jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan. Berbagai skema bantuan sudah kami siapkan,” ujarnya.

Bupati Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi terus memperkuat berbagai program untuk menjamin seluruh anak memperoleh hak pendidikan. Salah satunya melalui program Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah) yang mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku pendidikan.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan uang saku dan biaya transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat bersekolah.

“Upaya ini tidak hanya dilakukan pemerintah daerah. Kami juga bersinergi dengan Baznas dan berbagai pihak lainnya. Bahkan para pelajar ikut berkontribusi melalui program Siswa Asuh Sebaya. Karena itu, tidak boleh lagi ada anak yang berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi,” katanya.

Ipuk juga meminta para kepala sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan.

“Bangun kedekatan dengan para orang tua. Dengarkan aspirasi mereka dan jadikan masukan tersebut sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah,” pesannya.

Selain itu, Ipuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh proses pembelajaran yang mampu membuat siswa betah di sekolah.

“Selain didukung fasilitas yang memadai, seluruh guru juga harus mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas sehingga siswa merasa bahagia dan nyaman belajar di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian mengatakan, rotasi terhadap 42 kepala SMP merupakan bagian dari penyegaran organisasi. Seluruh kepala sekolah yang dimutasi telah menjabat di sekolah sebelumnya sekurang-kurangnya selama dua tahun.

“Rotasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah serta kompetensi kepemimpinan kepala sekolah. Kami berharap langkah ini mampu mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah yang baru,” pungkas Alfian.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup