Kontroversi Kontrak Popok Bayi California: Publik Masih Menunggu Transparansi
M-Radar News, California hingga kini belum merilis kontrak senilai jutaan dolar dengan Baby2Baby untuk program popok gratis Golden State Diaper. Padahal, permintaan publik telah diajukan sejak Mei 2026 dan undang-undang mewajibkan negara bagian untuk membuka catatan tersebut.
Gubernur Gavin Newsom mengumumkan kemitraan dengan Baby2Baby, sebuah organisasi nirlaba yang memiliki hubungan dengan administrasi Newsom dan First Partner, pada 8 Mei 2026. Kontrak tersebut mencakup produksi dan pengiriman jutaan popok gratis bermerek California untuk orang tua baru.
Namun, dua bulan setelah pengumuman, kontrak dan catatan penawaran kompetitif di balik kesepakatan itu belum juga dirilis. CBS California Investigates telah berulang kali meminta dokumen tersebut, tetapi administrasi Newsom menunggu 24 hari hanya untuk memutuskan apakah akan mengizinkan publik melihat catatan itu, kemudian mengatakan akan membutuhkan 42 hari lagi untuk menyediakan salinannya.
Sementara itu, anggota parlemen California sedang memajukan undang-undang yang akan memberikan waktu tambahan bagi lembaga negara untuk menanggapi permintaan California Public Records Act (CPRA). Hal ini berpotensi memperpanjang waktu tunggu publik untuk mendapatkan catatan seperti kontrak Baby2Baby.
Kritik terhadap program ini muncul karena kurangnya transparansi. Banyak pihak menilai bahwa keterlambatan ini menimbulkan kecurigaan, terutama mengingat hubungan dekat antara Baby2Baby dengan keluarga Newsom. Namun, administrasi Newsom belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penundaan tersebut.
Program Golden State Diaper sendiri diumumkan sebagai upaya untuk membantu orang tua baru dengan menyediakan popok gratis. Namun, kontroversi yang menyelimuti proses pengadaan ini justru menjadi sorotan utama.
Hingga berita ini diturunkan, administrasi Newsom belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai kapan kontrak tersebut akan dirilis.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.








