INACA Ungkap Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan hingga Ancam Mesin Pesawat
M-Radar News, Jakarta – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak hanya mengganggu jadwal penerbangan, tetapi juga berisiko merusak komponen mesin pesawat.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (INACA) karena dapat berdampak pada keselamatan dan operasional penerbangan.
Kabut asap akibat karhutla menurunkan jarak pandang, terutama di sekitar bandara, sehingga memaksa pesawat mengalami keterlambatan, pengalihan, atau pembatalan penerbangan.
Selain itu, petugas pengatur lalu lintas udara harus menambah jarak antar pesawat yang lepas landas dan mendarat untuk menjaga keselamatan.
Risiko Kerusakan Mesin Pesawat
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menjelaskan bahwa partikel asap, jelutong, dan abu yang terbawa udara dapat mengotori filter udara turbin mesin pesawat dan menyumbat tabung pitot-static.
Kondisi ini mempercepat keausan komponen mesin apabila partikel tersebut terhirup terus-menerus selama penerbangan di area terdampak asap.
Dampak Operasional dan Ekonomi
Gangguan akibat asap karhutla juga menimbulkan efek berantai pada operasional bandara lain dan meningkatkan biaya operasional maskapai.
Maskapai harus mengeluarkan biaya tambahan untuk konsumsi bahan bakar saat pesawat harus holding, kompensasi keterlambatan, refund tiket akibat pembatalan penerbangan, serta penjadwalan ulang rotasi pesawat dan kru.
Gangguan di Berbagai Bandara
Sepanjang Agustus 2026, INACA mencatat beberapa bandara yang terdampak kabut asap karhutla. Di Bandara Supadio Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat, jarak pandang sempat turun di bawah 1.000 meter, menyebabkan lebih dari 21 kasus keterlambatan, pengalihan, dan pembatalan penerbangan.
Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, juga mengalami keterlambatan penerbangan serupa. Kondisi paling parah terjadi di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan jarak pandang turun hingga hanya 200 meter.
Sementara itu, Bandara Sultan Thaha Saifuddin di Jambi sempat menerima pengalihan penerbangan saat jarak pandang turun ke 800 meter. Gangguan juga terjadi di sekitar Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah.
Upaya Penanganan
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, seperti di Kelurahan Menteng, Palangka Raya.
Penanganan yang cepat dan kerja sama semua pihak diperlukan agar dampak kabut asap terhadap penerbangan dapat diminimalkan dan konektivitas angkutan udara serta perekonomian nasional tetap terjaga.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












