Gus Yahya Optimis Maju di Muktamar NU ke-35 dan Harapkan Presiden Prabowo Buka Muktamar 2031
M-Radar News, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan kesiapan dan optimisme untuk kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 26-29 Agustus 2026.
Gus Yahya membantah isu adanya intervensi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan bahwa langkahnya maju kembali merupakan bentuk khidmah dan tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan organisasi, bukan hasil tekanan dari pihak manapun. Selain itu, Gus Yahya menyoroti pihak-pihak yang mencatut nama istana untuk kepentingan tertentu dan meyakini pengurus NU memiliki integritas tinggi serta konflik internal telah diselesaikan dengan baik.
Muktamar ke-35 NU yang dihadiri sekitar 2.232 delegasi resmi dari berbagai wilayah dan cabang, serta sekitar 20.000 nahdliyin, juga dihadiri secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto yang membuka acara. Hadir pula Wakil Presiden, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pejabat daerah, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan posisi strategis Nahdlatul Ulama sebagai mitra pemerintah dalam berbagai program dan pembangunan nasional.
Dalam pidato pembukaan, Gus Yahya menekankan pentingnya sinergi antara organisasi Nahdlatul Ulama dan pemerintah untuk kemaslahatan umat. Ia mengingatkan bahwa dengan jumlah anggota NU yang diperkirakan mencapai 57 persen dari total populasi Muslim Indonesia, atau lebih dari 120 juta jiwa, NU memiliki potensi dan tanggung jawab besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip tolong-menolong (ta’awun) menjadi fondasi yang harus terus dikembangkan untuk memperkuat kebersamaan tanpa memandang posisi kekuasaan.
Selain menyampaikan harapan agar Muktamar ke-36 pada tahun 2031 juga dibuka oleh Presiden Prabowo, Gus Yahya mengungkapkan bahwa selama lima tahun kepemimpinannya (periode 2021-2026), hampir seluruh amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung telah berhasil direalisasikan. Ia telah menyiapkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan yang tebalnya mencapai hampir 1.000 halaman. LPJ ini mencerminkan berbagai program dan kegiatan yang dijalankan selama periode tersebut, yang telah dirasakan manfaatnya oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia.
Gus Yahya optimistis laporan tersebut dapat diterima oleh para muktamirin tanpa alasan penolakan, karena telah menunjukkan peningkatan kinerja dan manajemen organisasi yang lebih baik. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan forum Muktamar sebagai lembaga tertinggi organisasi.
Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang merupakan momentum penting bagi organisasi untuk menetapkan arah kebijakan dan kepemimpinan lima tahun ke depan. Gus Yahya menegaskan komitmen PBNU untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi agar menjadi penghantar yang efektif dalam menyalurkan program-program pemerintah kepada masyarakat luas.
Dengan berbagai capaian dan komitmen yang telah disampaikan, Muktamar ini menjadi panggung penting dalam menjaga eksistensi dan peran strategis Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan politik di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












