Update 25 Agustus 2026: Gempa Susulan NTT Capai 7.029 Kali, BMKG: Terbesar M6,2

Update 25 Agustus 2026: Gempa Susulan NTT Capai 7.029 Kali, BMKG: Terbesar M6,2. Foto: istimewa

M-Radar News, NTT – Hingga tanggal 25 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 7.029 gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi utama berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyatakan, bahwa dari total gempa susulan tersebut, magnitudo terkecil tercatat 1,1, sementara 32 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Sebanyak 141 gempa susulan juga dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Aktivitas gempa susulan saat ini sudah mulai menurun, dan dalam 12 jam terakhir tidak ada gempa susulan yang dirasakan,” ujar Wijayanto dikutib, pada Selasa (25/8/2026).

Meski demikian, BMKG memperkirakan gempa susulan masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan sebagai bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah gempa utama.

Korban Jiwa dan Dampak Gempa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 91 orang, bertambah 4 jiwa dari laporan sebelumnya.

Kabupaten Manggarai, menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak yaitu 32 orang, diikuti Manggarai Timur 31 orang, dan Nagekeo 14 orang. Korban meninggal terdiri dari berbagai kelompok umur, termasuk lansia, anak-anak, dan dewasa.

Selain meninggal dunia, sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Polri bersama Bhayangkari telah menyalurkan bantuan logistik bagi korban gempa di Flores, NTT, menggunakan kapal dan jalur udara. Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

Konteks dan Pentingnya Informasi

Gempa bumi dengan magnitudo besar dan gempa susulan yang intensif menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan dan infrastruktur di wilayah NTT. Informasi terbaru dari BMKG dan BNPB menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengambil langkah mitigasi dan penanganan bencana.

Memantau perkembangan gempa susulan serta menerima informasi resmi dari BMKG, sangat penting untuk keselamatan warga dan kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup