Kapolri: Transformasi Digital Ciptakan 170 Juta Lapangan Kerja Baru di Dunia
M-Radar News, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menilai transformasi digital berpotensi menciptakan sekitar 170 juta lapangan pekerjaan baru di dunia. Namun, perkembangan teknologi dalam revolusi industri 5.0 juga berpotensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja secara signifikan.
Hal tersebut disampaikan Listyo saat memberikan sambutan dalam penutupan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Ballroom Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Dalam sambutannya, Listyo menyoroti perkembangan teknologi seperti robotik, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT) yang menjadi bagian dari transformasi menuju era revolusi industri 5.0.
Menurutnya, perkembangan teknologi memiliki dampak terhadap dunia kerja yang tidak hanya bersifat negatif, tetapi juga membuka peluang baru bagi tenaga kerja.
“Situasi ini secara data menunjukkan potensi pengurangan tenaga kerja yang cukup besar, tetapi transformasi digital juga menciptakan peluang pekerjaan baru yang signifikan,” ujar Listyo.
Kapolri menekankan pentingnya kesiapan para buruh dalam menghadapi perubahan tersebut. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi dinilai menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Listyo mengatakan, kualitas SDM dan kompetensi buruh Indonesia harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, buruh Indonesia tidak seharusnya hanya mengisi posisi pekerja tingkat bawah atau menengah, tetapi juga memiliki kesempatan menduduki posisi manajerial, khususnya dalam pengembangan industri hilirisasi.
“Harapan kita, dengan kualitas SDM yang unggul, buruh Indonesia dapat mengisi berbagai posisi, termasuk di sektor top managerial,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi, Listyo menilai transfer pengetahuan dan kemampuan beradaptasi juga penting untuk menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.
Ia berharap peningkatan kualitas tenaga kerja dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan memperkuat daya saing nasional di tengah persaingan global.
Menurut Listyo, transformasi digital tidak semata-mata menjadi ancaman bagi tenaga kerja. Perubahan tersebut juga merupakan peluang yang harus dimanfaatkan dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja.
Dengan kesiapan SDM yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan industri nasional, termasuk sektor hilirisasi, sehingga tidak hanya menjadi tenaga kerja pelaksana, tetapi juga dapat menduduki posisi strategis dalam dunia industri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












