M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Dalam rangka rencana program Pengadaan Tambak Udang dan Budidaya Udang Vanamei Intensif dan demi mendukung target pencapaian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar komoditas Udang Vanamei, maka KKP yang diwakili oleh Wahid selaku Ketua Tim Pembudidayaan mengadakan rapat penting bersama Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme (GPMP) yang diwakili oleh Ketua Umum GPMP, Andreas Benaya Rehiary.

Agenda rapat ini membahas pengembangan budidaya ikan air tawar dan tambak di Indonesia, yang hasil panennya direncanakan untuk disuplai ke Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini bertujuan mendukung kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Wahid selaku Ketua Tim Pembudidayaan KKP mengatakan, bahwa akan diagendakan rapat selanjutnya bersama Menteri KKP dan Dirjen Pembudiyaan dalam rangka mendengar secara langsung persentasi program pembudidayaan dari Ketua Tim Pembudidayaan GPMP sekaligus Ketua DPD GPMP Jawa Tengah (Jateng), Sanen.

Untuk memastikan program ini dapat dilaksanakan dengan baik. Fokus utama adalah pada pengadaan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat di daerah-daerah pengembangan budidaya. Langkah ini diharapkan mempercepat realisasi program makan siang bergizi yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

Disampaikan, bahwa pengembangan budidaya ikan air tawar dan tambak memiliki potensi besar untuk meningkatkan gizi masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi para relawan yang telah berjuang selama masa kampanye pemilihan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran periode 2024-2029.

Kementerian KKP menyambut baik usulan yang diajukan oleh organisasi relawan GPMP. Mereka menilai program ini tidak hanya memberikan dampak positif pada peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan. Menurut KKP, langkah ini adalah salah satu solusi strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Budidaya ikan air tawar dan tambak merupakan sektor yang memiliki prospek cerah. Kami di KKP akan mendukung sepenuhnya inisiatif ini, termasuk bekerja sama dengan para relawan untuk menyukseskan program ini,” ujar salah satu perwakilan dari KKP.

Program ini bukan hanya bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang besar, khususnya bagi para relawan yang ingin terus berkontribusi. Dengan dukungan semua pihak termasuk seluruh organ relawan Prabowo-Gibran, Wahid optimis, bahwa program ini dapat menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Ketum GPMP Andreas Benaya Rehiary saat dikonfitmasi, pada Minggu (12/01/2025), menyampaikan, bahwa GPMP akan merangkul seluruh kekuatan relawan Prabowo-Gibran untuk bersama-sama dan bergandengan tangan demi mendukung program ini. Sehingga target untuk menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar komoditas Udang Vanamei, dan demi suksesnya program makan siang bergizi yang telah dicanangkan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

 

 

Editor: Rochmad QHJ/Redaksi
Spread the love