M-RADARNEWS.COM, JATENG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di Gradhika Bhakti Praja, pada Kamis (04/12/2025). Dalam acara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kembali mengingatkan seluruh pejabat publik agar tidak melenceng dari integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Acara turut dihadiri Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jateng Sumanto, dan Sekda Jateng Sumarno. Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi menukil pesan Presiden AS ke-16, Abraham Lincoln; “Jika Anda ingin menguji karakter sejati seseorang, berilah dia kekuasaan”.

Gubernur Luthfi mengatakan, kekuasaan sering membuat seseorang lupa diri, sehingga melenceng dari nilai pelayanan. “Yang boleh diambil oleh pejabat publik hanyalah tanggung jawab. Selain itu tidak boleh,” ujarnya.

Pemprov Jateng terus memperluas upaya pencegahan korupsi melalui program Desa Antikorupsi dan Sekolah Antikorupsi bagi 7.810 kepala desa. Selain itu, terdapat 104 SMA/SMK dan SLB yang ditetapkan sebagai sekolah berintegritas.

Sejumlah capaian pengawasan kinerja juga meningkat, di antaranya:

  • Indeks Reformasi Birokrasi: 91,28
  • SAKIP: 82,63
  • SPIP: 3,471
  • Survei Penilaian Integritas 2024: 79,47
  • MCP 2024: 95,56

Gubernur Luthfi menegaskan, Hakordia harus menjadi momentum memperkuat budaya integritas di semua lini. “Kita harus membiasakan diri menjadikan setiap hari sebagai hari antikorupsi,” katanya.

Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menyampaikan, KPK terus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan korupsi. Salah satunya dengan menerapkan metode Monitoring Center Surveillance for Prevention (MCSP) sebagai pengembangan dari MCP.

Metode tersebut melibatkan pegawai, masyarakat, auditor BPK dan BPKP, aparat penegak hukum, hingga pensiunan ahli dalam proses survei. “MCSP bukan hanya angka, tetapi mencerminkan bagaimana daerah menjalankan kinerjanya,” ujar Setyo. (ed/hm)

Spread the love