RRI Singaraja Perkuat Penyiaran Inklusif lewat Dengar Bareng Piala Dunia 2026
M-RadarNews, Bali – Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga penyiaran publik yang inklusif dengan menggelar kegiatan “Dengar Bareng Piala Dunia 2026” bersama anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Buleleng. Acara yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Pusat Kuliner Tasbih Singaraja ini menjadi bukti nyata bahwa radio mampu menjadi medium hiburan yang setara bagi penyandang disabilitas netra.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Pertuni diajak menikmati kemeriahan ajang sepak bola dunia melalui deskripsi audio khas siaran radio. Kepala RRI Singaraja, Ani Hasanah Mubarok menegaskan, bahwa radio memiliki keunggulan dalam menghadirkan informasi sekaligus membangun imajinasi pendengar melalui narasi yang jelas dan mudah dipahami.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara dari Pertuni, dapat merasakan euforia Piala Dunia. RRI hadir memberikan akses informasi dan hiburan yang setara melalui siaran yang ramah bagi penyandang disabilitas netra,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar menonton bersama, tetapi juga memberikan pengalaman multisensori. Melalui narasi yang detail, penyiar radio menggambarkan setiap gerakan pemain, strategi tim, hingga suasana stadion, sehingga penyandang tunanetra dapat merasakan ketegangan dan kegembiraan pertandingan secara utuh.
Ketua Pertuni Kabupaten Buleleng, Gusti Nguah Ambara menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif RRI Singaraja. Menurutnya, mendengarkan pertandingan melalui radio justru memberikan pengalaman yang lebih hidup karena setiap momen pertandingan tergambar jelas melalui narasi penyiar.
“Sangat berterima kasih kepada RRI Singaraja atas perhatian dan kepeduliannya kepada teman-teman tunanetra. Kegiatan seperti ini membuat kami merasa dilibatkan dan dapat menikmati kemeriahan Piala Dunia bersama masyarakat lainnya,” kata Ngurah.
Dengan adanya kegiatan ini, penyandang disabilitas netra tidak lagi merasa terpinggirkan dalam menikmati tontonan olahraga global. Mereka dapat berinteraksi, berdiskusi, dan merasakan atmosfer pertandingan seperti halnya penonton lainnya.
Komitmen Penyiaran Inklusif RRI
RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki mandat untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kegiatan “Dengar Bareng Piala Dunia 2026” merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Ani Hasanah Mubarok menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi lembaga penyiaran lain untuk lebih peduli terhadap kebutuhan penyandang disabilitas,” ujar Ngurah.
RRI Singaraja juga telah merancang program-program inklusif lainnya, seperti siaran berita dengan bahasa isyarat dan konten edukasi yang ramah disabilitas. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak akses informasi dan komunikasi.
Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi penyandang disabilitas netra, tetapi juga bagi masyarakat luas. Pertama, meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya aksesibilitas dalam layanan penyiaran. Kedua, mendorong lembaga penyiaran lain untuk mengadopsi praktik serupa. Ketiga, memperkuat posisi radio sebagai medium yang inklusif di era digital.
Bagi industri penyiaran, kegiatan ini menunjukkan bahwa radio memiliki keunggulan kompetitif dalam menyajikan konten yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Dengan pendekatan narasi yang kuat, radio mampu bersaing dengan platform digital lainnya dalam menyediakan hiburan yang setara.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Masa Depan Inklusif
Kolaborasi antara RRI Singaraja dan Pertuni Buleleng diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini. Rencana ke depan mencakup program siaran bersama, pelatihan jurnalisme inklusif bagi penyandang disabilitas, serta pengembangan konten radio yang lebih ramah bagi tunanetra. Melalui sinergi ini, RRI Singaraja bertekad untuk terus memperluas akses informasi, hiburan, dan ruang partisipasi yang setara bagi seluruh masyarakat.
Dalam era di mana kesetaraan dan inklusivitas menjadi tuntutan global, langkah RRI Singaraja patut diapresiasi. Kegiatan “Dengar Bareng Piala Dunia 2026” bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa setiap warga negara berhak menikmati kemeriahan acara besar dunia tanpa terkecuali. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, RRI Singaraja membuktikan bahwa penyiaran inklusif bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









