PKB 2026 Hari Ke-22: Ragam Seni dari Mandolin hingga Tari Kolosal Meriahkan 4 Juli

PKB 2026 Hari Ke-22: Ragam Seni dari Mandolin hingga Tari Kolosal Meriahkan 4 Juli

M-RadarNews, Bali – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 yang mengusung tema “Atma Kerthi, Jiwa Sidha Parisudha” terus berlangsung meriah. Memasuki hari ke-22, tepatnya Sabtu, 4 Juli 2026, rangkaian acara di Taman Werdhi Budaya (Art Centre) dan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) kembali menyajikan spektrum seni yang luas.

Dari pagelaran Mandolin dan Gamelan hingga Tari Kolosal, PKB hari itu menjadi bukti bahwa festival ini bukan sekadar pesta lokal, melainkan panggung dunia yang mempertemukan tradisi dan inovasi.

Rekasadana Mandolin dan Gamelan: Perpaduan Timur dan Barat

Salah satu daya tarik utama pada 4 Juli adalah penampilan Mandolin dan Gamelan Penting oleh Sanggar Seni Neo Nolin bersama Komunitas Seni Wasesa Ananta dari Kabupaten Karangasem. Mandolin, alat musik petik khas Eropa, dipadukan dengan gamelan Bali yang kaya akan nuansa pentatonis.

Kolaborasi ini bukan hanya eksperimen musikal, tetapi juga representasi dari semangat PKB tahun ini yang menekankan “Jiwa Sidha Parisudha” kesucian jiwa yang tercermin dalam harmoni lintas budaya. Menurut pengamat seni, perpaduan semacam ini membuka peluang diplomasi budaya yang lebih luas, di mana seni tradisional tidak lagi eksklusif, melainkan inklusif.

Barongsai dan Tarian Bali dari Amerika

Tak kalah menarik, pada pukul 16.00 Wita, Bali World Culture Celebration (BWCC) menampilkan Barongsai oleh Yayasan Perguruan Kesenian Liong Naga dan Barongsai. Kehadiran barongsai di tengah festival seni Bali menunjukkan betapa akulturasi budaya telah menjadi napas PKB.

Satu jam kemudian, Gedung Ksirarnawa menjadi saksi penampilan Balinese Dance oleh Gamelan Dharma Swara dari New York, Amerika Serikat. Ini adalah contoh nyata bahwa PKB telah menjadi magnet bagi diaspora Bali dan pencinta seni mancanegara. Partisipasi mereka tidak hanya memperkaya panggung, tetapi juga menegaskan posisi Bali sebagai pusat kebudayaan dunia.

Utsawa Janger Tradisi Remaja: Regenerasi Seni

Pukul 19.00 Wita, Kalangan Ayodya dipenuhi oleh semangat muda melalui Utsawa (Parade) Janger Tradisi Remaja yang dibawakan oleh Sekaa Janger Br. Pegok, Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan. Janger adalah tarian pergaulan khas Bali yang biasanya dibawakan oleh remaja.

Dengan adanya parade ini, PKB berperan sebagai katalis regenerasi seniman Bali. Para remaja tidak hanya diajak melestarikan, tetapi juga berkreasi dalam bingkai tradisi. Dampaknya, kesenian Janger yang sempat terpinggirkan kini kembali mendapat tempat di hati generasi muda.

Wayang Cupak dan Tari Kolosal: Seni Pertunjukan Spektakuler

Dua acara besar memeriahkan malam PKB 4 Juli. Pertama, Wayang Cupak oleh Sanggar Wangked dari Desa Taro, Gianyar, yang digelar di Depan Gedung Kriya pukul 19.30 Wita. Wayang Cupak adalah pertunjukan wayang kulit yang mengangkat kisah Cupak, tokoh antagonis dalam epos Ramayana versi Bali. Dengan gaya jenaka dan kritik sosial, pertunjukan ini selalu dinanti. Kedua, di Panggung Terbuka Ardha Candra, SMK Negeri 1 Kasihan dari Bantul, Yogyakarta, menampilkan Tari Kolosal.

Kehadiran peserta dari luar Bali ini menunjukkan, bahwa PKB telah menjadi ajang pertukaran budaya antarprovinsi. Tari kolosal yang melibatkan puluhan penari ini diprediksi akan menjadi magnet bagi wisatawan dan pecinta seni.

PKB bukan hanya perayaan seni, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif. Setiap hari, ribuan pengunjung memadati Art Centre, menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, dan transportasi. Data Dinas Pariwisata Bali menunjukkan bahwa okupansi hotel di Denpasar selama PKB meningkat hingga 70%.

Lebih dari itu, PKB juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya. Implikasi jangka panjangnya, kesenian tradisional tidak hanya lestari tetapi juga beradaptasi dengan zaman. Kolaborasi dengan seniman asing seperti Gamelan Dharma Swara membuka peluang promosi pariwisata budaya Bali di kancah global.

Penutup: Merawat Jiwa Melalui Seni

PKB hari ke-22 pada 4 Juli 2026 adalah cermin dari tema besar “Atma Kerthi”—memelihara jiwa melalui kesenian. Dari Mandolin yang berdialog dengan gamelan, barongsai yang menari di tanah Bali, hingga remaja yang membawakan Janger, semua adalah napas dari tradisi yang terus hidup. Bagi siapa pun yang hadir, hari itu bukan sekadar menonton pertunjukan, melainkan menyaksikan bagaimana seni mampu merajut perbedaan, melampaui batas geografis, dan menyucikan jiwa. PKB membuktikan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga laboratorium budaya dunia.

Jadwal PKB 4 Juli 2026
Waktu Tempat Kegiatan Penyelenggara
15.00 Wita Kalangan Angsoka Rekasadana Mandolin dan Gamelan Penting Sanggar Seni Neo Nolin & Komunitas Seni Wasesa Ananta (Karangasem)
16.00 Wita Kalangan Madya Mandala BWCC Barongsai Yayasan Perguruan Kesenian Liong Naga dan Barongsai
17.00 Wita Gedung Ksirarnawa BWCC Tari Bali Gamelan Dharma Swara (New York, USA)
19.00 Wita Kalangan Ayodya Utsawa Janger Tradisi Remaja Sekaa Janger Br. Pegok (Denpasar)
19.30 Wita Depan Gedung Kriya Rekasadana Wayang Cupak Sanggar Wangked (Gianyar)
19.30 Wita Panggung Terbuka Ardha Candra Rekasadana Tari Kolosal SMK Negeri 1 Kasihan (Bantul, DIY)

Bagi Anda yang ingin menyaksikan kemegahan PKB 2026, jangan lewatkan hari Sabtu, 4 Juli. Setiap sudut Art Centre akan dipenuhi energi kreatif yang tak terlupakan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup