JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Jalur mudik di Jawa Timur, baik itu jalur arteri maupun jalur tol dinilai dalam keadaan kondusif dan siap digunakan. Hal ini berdasarkan hasil suvei Dinas Perhubungan Jatim bersama stake holder yang menangani arus mudik Lebaran 2019.

Kepala Dinas Perhubungan Prov Jatim, Fattah Yasin, saat mengikuti dialog “Kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penyelenggaraan angkutan lebaran 2019 pada radio Suara Surabaya, Rabu (15/5/2019) mengatakan, hasil survei tercatat kesiapan jalur arteri lintas utara dari Tuban hingga Banyuwangi sepanjang jalan 465,71 km. Sedangkan arteri lintas tengah dari Ngawi hingga Surabaya sepanjang 212,27 km.

Sementara di jalur lintas selatan dari Pacitan hingga Banyuwangi dengan panjang 585,88 km. Untuk jalur lintas tapal kuda, yakni Probolinggo hingga Banyuwangi dengan panjang 236,44 km, dan jalur lintas Madura yakni Bangkalan hingga Sumenep dengan panjang 154,98 km.

“Kami sudah melakukan survei dengan menurunkan sebanyak 7 tim untuk mengidentifikasi jalur arteri dan tol, ada titik-titik krusial yang menjadi perhatian. Hasil survei jalur lintas utara, yakni Tuban, Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi ini rawan macet. Ada 9 lokasi titik macet dikarenakan adanya pasar tumpah, lintasan kereta api, jembatan rusak, tikungan tajam, minim rambu-rambu, dan minim marka,” ujar Fattah Jasin.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk jalur lintas tengah seperti di Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kediri, Nganjuk, Madiun, dan Ngawi ini juga terdapat titik rawan macet. Begitupun di lintas selatan dan jalur wisata, seperti wilayah Batu dan Malang juga rawan macet karena jalur wisata.

Ditambahkannya, dalam survei Dishub juga sudah memprediksi jumlah arus penumpang yang menggunakan moda transportasi laut, darat dan udara. “Jadi kita juga punya asumsi-asumsi krusial, nanti para operator itu akan menyesuaikan dengan kebutuhan sehingga setiap tahun evaluasi itu menjadi dasar kita untuk mempersiapkan operasi angkutan di segala moda,” katanya.

“Termasuk yang menjadi tugas kami hampir 12 tahun kita menyelenggarakan mudik balik gratis responnya semakin bagus, baik pendaftran melalui on line maupun off line respon masyarakat juga bagus, animo masyarakat yang menggunakan bis, kereta api, dan juga kapal laut juga besar,” tambahnya.

Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jatim, AKBP Guritno, mengatakan, Pemerintah sudah menentukan tarif batas bawah dan batas atas untuk angkutan kereta, udara dan laut, maka di dalam pengawasan dan monitoring di lapangan, selain menyiapkan personil di lapangan, juga termasuk bis yang menjadi kewenangan Dishub Provinsi.

“Pihaknya akan menugaskan satu orang untuk berjaga di dalam bis tanpa memakai seragam dinas. Hal ini dilakukan untuk memantau tarif, apakah sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh gubernur,” katanya. (Tim/Jnr/Kmf)

Facebook Comments Box