Gianni Infantino Ancam Anggota FIFA: Setujui Rencana Kontroversial atau Kehilangan Dana Rp724 Miliar

Gianni Infantino Ancam Anggota FIFA: Setujui Rencana Kontroversial atau Kehilangan Dana Rp724 Miliar

M-Radar News – Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan ultimatum kepada 211 asosiasi anggota FIFA: setujui rencana pembentukan perusahaan komersial baru atau kehilangan dana hingga Rp724 miliar per negara. Langkah ini memicu penolakan keras dari UEFA dan sejumlah federasi sepak bola nasional.

Dalam surat resmi yang dikirimkan ke seluruh anggota FIFA, Infantino menawarkan insentif pendanaan sebesar 40 juta dolar AS (sekitar Rp720 miliar) bagi setiap federasi yang mendukung proposal sebelum 19 September 2026. Sebaliknya, federasi yang menolak hanya akan menerima dana yang jauh lebih kecil. Rencana ini merupakan bagian dari upaya FIFA membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola seluruh hak komersial turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Isi Rencana Kontroversial Infantino

FIFA berencana menjual 20 persen saham FFE kepada investor swasta, dengan target pendanaan mencapai 4,2 miliar dolar AS (sekitar Rp75,6 triliun). Perusahaan ini ditaksir bernilai 20 miliar dolar AS (sekitar Rp360 triliun). Melalui FFE, FIFA akan mengelola hak siar, sponsor, penjualan tiket, dan lisensi secara terpusat. Infantino menyebut langkah ini sebagai “peluang terobosan” bagi anggota FIFA, namun banyak pihak menilai rencana ini tidak transparan dan mengancam independensi sepak bola global.

Penolakan dari UEFA dan Premier League

UEFA, federasi sepak bola Eropa, bereaksi keras terhadap proposal tersebut. Mereka dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan 55 asosiasi anggotanya untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memboikot Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Premier League juga menyatakan penolakan. Direktur Eksekutif Premier League menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung rencana yang memasukkan investor swasta ke dalam pengelolaan hak komersial Piala Dunia.

Ancaman Boikot dan Implikasi Global

Ancaman boikot dari UEFA menjadi sinyal kuat bahwa rencana Infantino dapat memecah belah sepak bola dunia. Jika UEFA dan anggota lainnya memboikot, Piala Dunia 2026 yang rencananya diikuti 48 tim bisa kehilangan partisipasi negara-negara besar. Infantino, dalam pernyataannya, menyebut rencana ini baru sebatas usulan dan bagian dari “proses demokrasi”. Namun, kritik menilai bahwa ultimatum pendanaan justru bertentangan dengan semangat demokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa federasi mulai menyatakan sikap. Republik Ceko menjadi negara pertama yang secara terbuka mendukung rencana tersebut. Sementara itu, Sepp Blatter, mantan Presiden FIFA, mengkritik langkah Infantino dengan menyebutnya sebagai “bom nuklir bagi sepak bola”.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup