Disdikpora Buleleng Dukung Deteksi Dini Stres Akademik Berbasis AI

Disdikpora Buleleng Dukung Deteksi Dini Stres Akademik Berbasis AI

M-Radar News, Buleleng – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, mendukung pengembangan deteksi dini stres akademik berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi peserta didik.

Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Analisis Situasi dan Penyamaan Persepsi Pengelolaan Stres Akademik di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis (16/7/2026).

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menghadiri langsung forum tersebut. Menurutnya, kesehatan mental peserta didik merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan inovasi dalam mendeteksi dan menangani stres belajar sejak dini.

“Kesehatan mental peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan inovasi dalam mendeteksi dan menangani stres belajar sejak dini,” ujar Gus Surya, sapaan akrabnya.

FGD tersebut merupakan rangkaian Program Bestari Saintek bertema AI Emotion Analytics dalam Living Lab Sekolah Model Deteksi Dini Stres Belajar untuk Mengurangi Risiko Psikososial dan Menurunkan Biaya Intervensi Pendidikan.

Program ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus merumuskan strategi pengelolaan stres akademik dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Gus Surya menilai, penerapan teknologi AI dapat menjadi solusi inovatif untuk membantu sekolah mengenali potensi stres belajar sejak dini. Dengan deteksi yang lebih cepat, sekolah diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat sehingga perkembangan akademik maupun sosial-emosional peserta didik tetap terjaga.

“Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan sangat diperlukan agar inovasi ini dapat diterapkan secara optimal dalam mendukung kesehatan mental peserta didik,” katanya.

Selain Gus Surya, FGD tersebut turut dihadiri Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. I Gusti Lanang Parwata.

Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi dan inovasi yang mampu memperkuat kebijakan pengelolaan kesehatan mental peserta didik sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Dengan dukungan Disdikpora, program deteksi dini stres akademik berbasis AI diharapkan dapat segera diimplementasikan di sekolah-sekolah di Buleleng. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas bagi peserta didik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup