Danrem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Pangdam Tekankan Adaptasi dan Kepemimpinan Humanis
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Tongkat komando Korem 083/Baladhika Jaya resmi berganti. Jabatan Komandan Korem diserahterimakan dari Brigjen TNI Kohir kepada Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., dalam upacara militer di Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, pada Jumat (10/04/2026).
Sertijab dipimpin langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., yang menegaskan, bahwa rotasi jabatan merupakan bagian penting dalam pembinaan organisasi TNI untuk menjaga ritme kinerja satuan agar tetap adaptif.
“Rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi agar satuan tetap adaptif dan responsif terhadap tantangan yang terus berkembang,” tegas Pangdam dalam amanatnya.
Pangdam menyampaikan apresiasi atas dedikasi Brigjen TNI Kohir selama memimpin Korem 083. Di bawah kepemimpinannya, wilayah Malang Raya hingga Banyuwangi, dinilai tetap kondusif dengan sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
“Stabilitas wilayah merupakan buah dari kepemimpinan yang komunikatif dan humanis. Terima kasih kepada Brigjen Kohir atas pengabdiannya,” ujar Mayjen Rudy.
Brigjen TNI Kohir, selanjutnya mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan baru sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya di Surabaya.
Sementara itu, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan sebelumnya menjabat Danbrigif 19/Khatulistiwa. Pengalamannya memimpin satuan manuver, dinilai memperkuat kapasitasnya dalam mengelola teritorial dengan cakupan wilayah yang luas dan tantangan beragam.
Pangdam berharap Danrem baru dapat melanjutkan serta meningkatkan capaian positif satuan, terutama dalam memperkuat komunikasi sosial, ketahanan wilayah, dan respon cepat terhadap dinamika masyarakat.
Korem 083/Baladhika Jaya memiliki tugas pembinaan teritorial yang cukup strategis. Korem ini membawahi sembilan komando distrik militer (Kodim) di wilayah Jawa Timur bagian timur, mulai Malang Raya hingga Banyuwangi, wilayah dengan karakter sosial, ekonomi, dan geografis yang beragam.
Dengan kompleksitas tersebut, kepemimpinan yang adaptif dan humanis menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kemanunggalan TNI-rakyat. (by/pdm)
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










