Menteri Purbaya Sebut Ekonomi RI pada Kuartal II 2026 Melambat Tak Jauh dari 5,4 Persen

Menteri Purbaya Sebut Ekonomi RI pada Kuartal II 2026 Melambat Tak Jauh dari 5,4 Persen

M-Radar News, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mengalami perlambatan. Berdasarkan proyeksi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), laju ekonomi diprediksi berada di bawah 5,6 persen, tetapi tidak jauh dari 5,4 persen.

“Kalau kita lihat prediksi semua 4 lembaga, kelihatannya di bawah 5,6 persen untuk pertumbuhan kedua, tapi mungkin tidak jauh dari 5,4 persen juga,” ucap Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Kendati melambat, Menteri Purbaya menilai perlambatan tersebut tidak terlalu signifikan. Menurutnya, tekanan pada triwulan II terjadi karena perekonomian menghadapi tingkat ketidakpastian yang masih tinggi.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kenaikan harga minyak dunia, konflik geopolitik yang masih berlangsung, serta upaya pemerintah menjaga keamanan anggaran negara sehingga sebagian belanja belum terealisasi secara optimal.

Meski demikian, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester kedua akan lebih baik. “Saya yakin untuk semester kedua, semester kedua ini harga pertumbuhannya akan lebih baik karena kami akan bergerak lebih ketat dengan bank sentral untuk memastikan semua masing-masing pertumbuhan bisa jalan,” kata Purbaya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan segera diumumkan. Salah satu kebijakan yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian stimulus untuk motor listrik, di samping berbagai stimulus lain yang bertujuan mendorong aktivitas ekonomi.

“Kami juga akan memastikan belanja pemerintah di semester kedua lebih lancar dibandingkan dengan semester pertama atau yang triwulan, dibandingkan dengan triwulan kedua tahun ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup