Ekonomi China Lesu, Pengangguran Gen Z Kian Bertambah
M-Radar News – Pasar tenaga kerja di China menghadapi tekanan signifikan dengan meningkatnya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda, khususnya kelompok usia 16 hingga 24 tahun. Pada Juli 2026, tingkat pengangguran Gen Z China mencapai 17,9 persen, naik tajam dari 14,9 persen pada bulan Juni.
Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan musim kelulusan yang mencatat rekor baru, di mana sekitar 12,7 juta lulusan universitas memasuki pasar kerja, meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, kondisi ekonomi yang melambat menyebabkan banyak perusahaan melakukan penghematan, termasuk pemangkasan karyawan dan penghentian rekrutmen baru.
Kondisi Ekonomi dan Dampaknya
Kelesuan ekonomi China menyebabkan tekanan luas di sektor tenaga kerja. Banyak perusahaan, terutama swasta, menunda atau membatalkan perekrutan sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi.
Situasi ini membuat persaingan di pasar kerja semakin ketat, terutama bagi lulusan baru yang harus bersaing dengan kandidat berpengalaman dan lulusan jenjang pascasarjana.
Respons Pemerintah dan Kebijakan
Pemerintah Beijing merespons krisis ini dengan meluncurkan berbagai kebijakan untuk mendukung lapangan kerja bagi generasi muda. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:
- Pemberian subsidi rekrutmen kepada perusahaan yang mempekerjakan lulusan baru.
- Pengarahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membuka lebih banyak lowongan pekerjaan.
- Instruksi kepada pemerintah daerah agar memprioritaskan lulusan universitas dalam pengisian posisi di tingkat komunitas.
- Pemberian insentif kepada lembaga sosial yang aktif dalam perekrutan tenaga kerja muda.
Perubahan Strategi Karier Lulusan Baru
Dalam menghadapi persaingan yang ketat, banyak lulusan universitas mengubah pendekatan mereka terhadap dunia kerja. Beberapa memilih sektor publik yang dikenal stabil, sementara yang lain melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana untuk meningkatkan daya saing mereka.
Contohnya, Clare Wang, lulusan desain produk berusia 22 tahun, memilih melanjutkan studi S2 di luar negeri karena merasa gelar sarjana saja tidak cukup untuk bersaing di perusahaan besar.
Sementara Vikey Zhao, pemegang gelar Master dari University of Warwick, Inggris, mengungkapkan bahwa meski memiliki gelar dari luar negeri, ia harus mengirim puluhan lamaran sebelum diterima bekerja di BUMN.
Data Pengangguran dan Dampaknya
Selain Gen Z, kelompok usia 25 hingga 29 tahun juga mengalami kenaikan tingkat pengangguran, yaitu mencapai 7,2 persen pada Juli 2026. Secara keseluruhan, tingkat pengangguran perkotaan di China naik menjadi 5,2 persen, menunjukkan tekanan ekonomi yang meluas di berbagai sektor.
Situasi ini menuntut upaya berkelanjutan dari pemerintah dan pelaku industri untuk menciptakan peluang kerja serta mengatasi tantangan yang dihadapi generasi muda di pasar tenaga kerja China.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











