Di Hari Kedua Rapim Kemhan 2022, Menhan Prabowo Resmi Perkenalkan Logo Baru Kemhan RI
JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan logo baru Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) saat menutup rangkaian kegiatan Rapim Kemhan 2022 yang tema “Konsolidasi Pembangunan Kekuatan Pertahanan Negara” di hari kedua pada, Kamis, 20 Januari 2022 kemarin di Jakarta.
Logo baru yang menggantikan logo sebelumnya yang telah digunakan sejak tahun 2005 ini diumumkan di depan acara Rapim Kemhan tahun 2022 yang dihadiri 160 perwira tinggi TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan pejabat dari Kementerian/Lembaga lainnya.

Berikut arti logo baru Kemhan RI:
● Warna merah darah melambangkan keberanian dan kekuatan, dan warna kuning emas melambangkan kejayaan dan kemenangan.
● Burung Garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia dikelilingi untaian rantai yang kokoh dan kuat, melambangkan kekuatan angkatan perang dan seluruh rakyat Indonesia yang selalu siap dan setia melindungi serta mempertahankan keutuhan NKRI.
● Tulisan “Kementerian Pertahanan Republik Indonesia” yang melingkari burung Garuda dan rantai melambangkan Kemhan RI bertanggung jawab menyiapkan seluruh komponen bangsa dalam memperkuat pertahanan negara.
Menhan Prabowo menekankan, bahwa pentingnya seluruh komponen bangsa harus bersinergi untuk dapat menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.
“Seluruh komponen bangsa harus bersinergi untuk dapat menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, gangguan hambatan, dan tantangan di masa depan” kata Menhan Prabowo dikutib dari laman resmi Kemhan, Jumat (21/01/2022).
Menhan Prabowo dalam sambutannya memaparkan, bahwa kebijakan pertahanan negara tahun 2022 merupakan hasil evaluasi dan tindak lanjut dari upaya pencapaian sasaran kebijakan yang telah ditetapkan dalam kebijakan pertahanan negara tahun 2021. Sasaran kebijakan yang masih berlangsung akan dilanjutkan, di antaranya kebijakan pembentukan komponen cadangan dan penataan komponen pendukung, kebijakan pembangunan postur TNI, perwujudan wilayah pertahanan yang bertumpu pada pulau-pulau besar, pembangunan sistem logistik yang terdesentralisasi dan penguatan pertahanan di wilayah selat-selat strategis.
“Melalui Rapim Kemhan ini, diharapkan adanya sinergitas dan koordinasi yang lebih erat lagi demi kelancaran dan suksesnya tugas-tugas ke depan,” kata Menhan Prabowo.
Menhan Prabowo mengatakan, bahwa kompleksnya dinamika lingkungan strategis saat ini berpotensi memunculkan berbagai bentuk ancaman seperti ancaman militer, nonmiliter hingga hibrida yang diprediksi masih akan mengancam kepentingan nasional, membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia di masa mendatang.
“Ancaman militer bisa berbentuk ancaman militer kekuatan asing ataupun dalam negeri seperti konflik terbuka, perang konvensional, separatisme, dan ancaman operasi intelijen,” jelas Menhan Prabowo. (red/*)








