Dirintis Sejak 2017, Pemkab Banyuwangi Kembali Geber Uang Saku bagi Pelajar Kurang Mampu
JATIM, (M-RADARNEWS),- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali melanjutkan sejumlah program, khusus bagi pelajar dari keluarga kurang mampu yang sudah berjalan selama ini. Mulai pemberian uang saku setiap hari, bantuan uang transportasi tiap hari, tabungan pelajar, hingga pemberian bantuan peralatan sekolah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani mengatakan, program-program tersebut terus dilaksanakan tahun ini. Bantuan ini khusus bagi pelajar yang kurang mampu, biar makin semangat bersekolah. “Program ini telah dirintis sejak 2017. Karena melihat manfaatnya yang besar, maka program ini diteruskan,” kata bupati Ipuk dilansir dari laman Pemkab Banyuwangi, Selasa (28/02/2023).
Setidaknya ada tujuh program yang disasarkan bagi pelajar kurang mampu tersebut. Antara lain bantuan biaya hidup pelajar tidak mampu, Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah), bantuan uang transport siswa tidak mampu, beasiswa kuliah Banyuwangi Cerdas, bantuan alat pembelajaran, serta bantuan uang saku.
Bupati mencontohkan program uang saku, di mana pelajar SD mendapatkan Rp10.000 per hari, SMP Rp15.000 per hari, dan SMA Rp20.000 per hari. Demikian pula bantuan uang transportasi, para pelajar SD mendapatkan Rp10.000 per hari, SMP Rp15.000 per hari, dan SMA Rp20.000 per hari.
Ia berharap program ini bisa membantu para pelajar kurang mampu untuk semakin giat bersekolah. “Uang saku yang diberikan tiap hari digunakan untuk membeli makanan, sehingga dia belajar dengan perut terisi dan gizi cukup, yang bisa menstimulasi otak dalam menerima materi pembelajaran,” paparnya.
Bupati Ipuk sendiri telah menyerahkan bantuan uang saku, di antaranya kepada sejumlah siswa SDN 8 Jambewangi saat menjalani program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu pada, 22 Februari 2023.
Bupati berharap bantuan uang saku ini bisa menjaga, bahkan mendorong spirit belajar mereka. ”Uang saku ini bisa dipergunakan bekal mereka bersekolah. Kami juga memerintahkan Dinas Pendidikan untuk terus memonitor apa yang harus dibantu, agar mereka bisa memiliki pendidikan yang tinggi,” pungkasnya.
Kepala Dinas PendidikanPendidikan Banyuwang, Suratno menambahkan, bahwa pada tahun ini ada tujuh program untuk menopang pendidikan pelajar tidak mampu. Rinciannya, berupa bantuan biaya hidup (personalia) diberikan kepada 840 siswa tidak mampu, Garda Ampuh disasarkan bagi 975 siswa, bantuan uang transport juga diberikan kepada 600 siswa tidak mampu, juga bantuan alat pembelajaran untuk siswa miskin senilai Rp1,2 miliar.
Selanjutnya bantuan uang saku diberikan kepada 564 orang, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi bagi pelajar kurang mampu dialokasikan untuk 80 orang. Banyuwangi juga menganggarkan beasiswa bagi mahasiswa peserta program Banyuwangi Cerdas sebanyak 300 orang.
“Untuk bantuan uang saku kepada anak-anak kami di SDN 8 tadi sebesar Rp3,2 juta per tahunnya. Kalau untuk siswa SMP Rp4,4 juta, sementara SMA Sederajat Rp5,7 juta,” kata Suratno.
Program-program tersebut, imbuh Suratno, saling mendukung dengan program lainnya. Seperti program Siswa Asuh Sebaya (SAS) dimana para pelajar saling membantu di antara mereka dengan menyisihkan uang jajannya. Setiap pekan, siswa yang uang jajannya lebih menyisihkan sebagian untuk dikumpulkan ke bendahara kelas. “Uang yang terkumpul akan diberikan ke siswa kurang mampu berupa uang atau barang yang mereka butuhkan untuk menunjang kebutuhan sekolah siswa,” ungkapnya.
Program SAS ini, kini berkembang menjadi Sekolah Asuh Sekolah. Di mana sekolah yang memiliki kelebihan dana SAS akan diberikan ke sekolah lain yang masih membutuhkan bantuan untuk siswanya yang kurang mampu.
“Kadang tangan Pemkab tidak cukup jauh menjangkau kebutuhan pendidikan seorang siswa, maka lewat SAS ini kami harapkan bsia menambal kebutuhan mereka. Seperti siswa SDN 8 Jambewangi itu, juga kami belikan tas dan buku-buku penunjang pelajaran dengan memakai dana SAS,” pungkasnya. (hm/*)








