Jadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan, Gubernur Jatim Ajak Kenang Jasa Pahlawan Ekonomi
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak semua masyarakat untuk merenung dan kembali menghargai peran penting pahlawan ekonomi, sekaligus para pahlawan ekonomi yang berjuang mengukir peradaban ekonomi bangsa. Hal itu disampaikan saat menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan Tahun 2023 di lapangan Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat(10/11/2023).
Gubernur Khofifah mengatakan, kepahlawanan adalah suatu tindakan kebangsaan yang sangat penting maknanya bagi keberlangsungan rakyat dan keutuhan NKRI. Tidak terkecuali mereka yang telah berjasa dan berjuang dalam meningkatkan perekonomian bangsa
“Kita telah lalui berbagai peristiwa bersejarah yang mengukir kejayaan bangsa ini. Dan pada kesempatan yang berharga ini, kami ingin mengajak kita semua untuk merenung dan kembali menghargai betapa peran penting dari pahlawan ekonomi kita,” ujarnya.
“Para pahlawan ekonomi adalah pelopor, perintis dan pionir dalam mengukir peradaban ekonomi bangsa ini. Para pahlawan ekonomi nasional telah melalui perjuangan tak kenal lelah, mengatasi berbagai rintangan dan tantangan demi kemajuan ekonomi yang kita rasakan saat ini,” sambungnya.
Khofifah menyatakan, tema Hari Pahlawan kali ini mengangkat tentang “Kepahlawan Ekonomi”. Yaitu bagi mereka, yang memiliki peran merintis, menggerakkan, dan memberi jasa bagi perekonomian nasional. “Tentu juga tetap menjunjung tinggi sisi kepahlawanan pendidikan, kepahlawanan kesehatan, kepahlawanan lingkungan, dan seterusnya,” katanya.
Dikatannya, dengan semangat juang dan keuletan yang luar biasa, mereka telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memajukan perekonomian negeri ini. “Dengan kerja keras, kreativitas, dan inovasi, mereka telah mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Tanpa peran mereka, kemajuan ekonomi yang kita rasakan hari ini mungkin tidak akan terwujud dengan sebaik ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengatakan, dahulu pada awal-awal berdirinya Republik Indonesia dikatakan Khofifah telah ada contoh teladan kepahlawanan ekonomi yang ditunjukkan oleh para pendahulu kita pendiri-pendiri republik.
Dari Sang Dwi Tunggal Sukarno-Hatta banyak memberikan contoh tentang kepahlawanan ekonomi. Dari Presiden kita Pertama Ir Sukarno kita belajar tentang pentingnya menegakkan kemandirian ekonomi bangsa, berdikari (berdiri diata kaki sendiri) secara ekonomi adalah tujuan dari kemerdekaan Indonesia.
Sementara dari Drs. Mochammad Hatta, kita mendapatkan pencerahan tentang sistem ekonomi gotong-royong dan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. “Dari situ kita dapat memikirkan dan mengambil langkah yang jelas tentang segenap tindak kepahlawanan ekonomi bagi kebaikan kita bersama,” bebernya.
Saat ini Indonesia menghadapi zaman baru, zaman yang berbeda dengan para pendiri republik, namun dalam zaman baru ini semangat kepahlawanan ekonomi dari pendahulu ditegaskannya harus tetap dicontoh dan dalami untuk kepahlawanan ekonomi nasional kedepan. “Model kepahlawanan ekonomi pada era sekarang dapat ditegaskan dalam tiga rumusan langkah pikiran dan tindakan,” tuturnya.
Pertama, kepahlawanan ekonomi muncul dari inisiatif dan kesadaran untuk mengembangkan kekuatan pelaku ekonomi dari sektor perekonomian kecil dan menengah, sehingga dapat bangkit dan berdaya menjawab tantangan krisis ekonomi. “Dan memastikan ekonomi, terutama pada mayoritas pelaku strata ekonomi kecil dan menengah dapat tetap survive dan bertahan serta bergerak maju,” ujar Khofifah.
Kedua, tindak kepahlawanan untuk membangun kerja kolaborasi ekonomi sehingga dapat menyambungkan berbagai sumber daya dan daya cipta yang tersebar untuk dapat berjejaring membangun inisiatif co-working (kerja bersama). “Sehingga dapat membangun kekuatan ekonomi yang handal dalam menanggapi dunia yang semakin terintegrasi dan terbuka, sekaligus memunculkan tantangan disrupsi ditengah zaman yang bergerak.
Ketiga, adalah tindak kepahlawanan ekonomi untuk menghasilkan inovasi-inovasi handal dalam ranah digital, yang telah menjadi inti dari transformasi ekonomi global. “Melalui kecerdasan buatan, komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan teknologi lainnya, para pahlawan digital inovatif telah membuka jalan bagi kemungkinan-kemungkinan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mereka telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, belajar, dan bahkan bermain,” tukasnya.
Diakhir amanatnya, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur juga menyampikan doa untuk kemerdekaan Palestina dan terus menguatkan komitmen bagaimana pemerintah Indonesia tetap memberikan dukungan untuk kemerdekaan Palestina. “Mudah-mudahan Allah SWT, memberikan kesabaran, kekuatan, dan kemudahan untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Menurut Khofifah, peringatan Hari Pahlawan juga menjadi renungan untuk menghapus penjajahan di atas dunia. Termasuk solidaritas terhadap Negara Palestina. “Oleh karena itu, kita kembali mengajak kepada seluruh dunia membangun perdamaian sesegera mungkin menghentikan peperangan yang sekarang sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di Palestina,” ucapnya.
Turut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2023, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, dan para Kepala OPD Pemprov Jatim serta para tamu undangan lainnya. (rd/*)








