Kadinkes Boyolali: Usai Lebaran, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Alami Peningkatan 20 Persen
JATENG, (M-RADARNEWS.COM),- Usai perayaan Lebaran beberapa waktu yang lalu, jumlah kasus konfirmasi positif Coronavirus Disesase (Covid-19) di Kabupaten Boyolali mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, peningkatan tersebut terjadi secara epidemiologi (penyebaran penyakit) dalam jangka waktu dua minggu masa inkubasi usai kontak yang disusul dengan gejala.
“Sudah terlihat juga dari data-data kita, data pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga sudah mengalami peningkatan. Kalau pada masa masa Lebaran itu kurang lebih di angka 30-40 persen, untuk keterisian bangsal di rumah sakit dan saat ini sudah di angka lebih dari 50 persen,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/5/2021).
Angka kasus Covid-19 di Kota Susu tercatat sebanyak 7.669 dengan 70 rawat inap di rumah sakit, 116 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 7.164, dan meninggal 319. Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk proporsi kesembuhan sebesar 93,4 persen, sedangkan proporsi kematian ada 4,2 persen.
“Kemudian untuk total nilai indeks kesehatan masyarakat Boyolali sekarang nilainya 2,26 masuk kategori zona risiko sedang atau zona oranye,” ujar Lina, sapaan akrab Ratri S. Survivalina.
Sementara itu, terdapat tiga klaster yang mendominasi kasus konfirmasi positif Covid-19. Klater ketiga tersebut merupakan klaster keluarga yang berasal dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo berjumlah 17 kasus, di Desa Kebonan, Kecamatan Karanggede ada lima kasus, dan di Desa Mojolegi, Kecamatan Teras ada empat kasus.
Disinggung mengenai pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Boyolali, pihaknya mengatakan bahwa hingga hari ini, sudah dilaksanakan 41.679 dosis pertama vaksin Sinovac dan 33.405 dosis kedua vaksin Sinovac. Sementara itu, vaksin AstraZeneca telah disuntikan sejumlah 6.607 dosis pertama. Pihaknya masih memprioritaskan lansia sebagai sasaran vaksinasi.
“Saat ini masih berjalan prioritas tetap lansia, namun sekarang ada program baru dari Kementerian Kesehatan, karena untuk vaksinasi lansia ternyata banyak mengalami hambatan. Maka dikenal program two in one, dua lansia yang didampingi oleh satu non lansia,” pungkasnya.
Sumber: Diskominfo Boyolali








