Kecelakaan Kerja Saat PKL, DPRD Klaten Bantu Alfian dan Kini Masih Butuh Uluran Tangan

JATENG, (M-RADARNEWS.COM), –             Jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Klaten membantu uang Rp11 juta untuk Alfian Fahrul Nabilia (18), warga Dukuh Dalem RT 02 RW 02, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten pada, Sabtu, 6 Maret 2021.

Saat ini sekolah Alfian di SMKN 1 Jogonalan, Klaten dengan mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Kedua tangan Alfian udah diamputasi karena mengalami kecelakaan kerja kesetrum listrik saat pasang wifi disalah satu rumah warga di Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Klaten, 9 Maret 2020 lalu. Dan saat ini Alfian membutuhkan bantuan dari para donatur untuk membeli dua tangan robotik, agar Alfian bisa beraktifitas seperti sedia kala sebelum kecelakaan.

Rombongan pimpinan DPRD Klaten yang hadir memberikan bantuan untuk Alfian yang dipimpin Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, SIKom., Didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Klaten masing-masing H Triyono, SPd. MM., H Haryanto, SPd., Dan H Marjuki, SIP.
Saat itu Alfian didampingi kedua orang tuanya yakni Wagimin dan Tri Ismani serta didampingi Kepala Desa Sawit Maryadi, BA, Kadus 2 Desa Sawit Ari Sugiarso, Anggota BPD Desa Sawit Purwanto SPd, Ketua RW 02 Desa Sawit Ngadiyo, Ketua RT 02 RW 02 Desa Sawit Sutoyo dan Ketua RT 03 RW 02 Desa Sawit Suyono.

Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, SIKom., Mengatakan, kunjungannya bersama jajaran pimpinan DPRD Klaten di Dukuh Dalem RT 02 RW 02, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno untuk membantu Alfian yang mengalami kecelakaan saat PKL. Diharapkan, Alfian bersama keluarganya menerima musibah ini dengan lapang dada dan penuh kesabaran dan agar tetap semangat menatap masa depan.

Kepada awak media, Hamenang yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klaten menyatakan, akan menggalang dukungan dana dari para donatur untuk membantu Alfian guna membeli dua tangan robotik. Sehingga nantinya Alfian bisa melaksanakan aktifitas seperti sedia kala, semoga banyak masyarakat yang tergugah dia untuk membantu Alfian.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Klaten, Haryanto mengatakan, agar Alfian tetap menyelesaikan sekolahnya sehingga nanti tetap memiliki masa depan yang cerah. Kemudian agar orang tua dan keluarganya tetap semangat mendampingi Alfian dengan penuh kesabaran, dan semoga usaha untuk membeli dua tangan robotik segera terwujud.

Kesetrum Listrik
Sebelumnya Alfian mengisahkan, kejadian yang menimpanya terjadi saat dirinya bersama lima orang lainnya yang terhubung wifi di salah seorang warga Desa Pasung, Wedi, Klaten pada, 9 Maret 2021. Saat pemasangan pipa wifi, Alfian mengaku naik ke atas genteng sendirian dan lima orang lainnya berada di bawah.

Saat itu, kata Alfian, cuaca mendung dan sudah akan hujan dengan gerimis, namun dirinya tetap naik ke atas genteng dan saat akan memutus pipa besi tersebut, tahu-tahu pipa roboh dan mengenai kabel listrik sehingga kesetrum dan tidak sadarkan diri karena pingsan di atas genteng .

Saat akan naik ke genteng, ujar Alfian, “Saya seperti dilalekke atau lupa segalanya dan tahu-tahu saya sadar sudah berada di rumah sakit di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso Klaten setelah sadar,” kata Alfian, baru tahu kalau ke dua luka bakar, juga paha dan sebagian perut bagian bawah luka bakar karena kesetrum listrik melalui pipa wifi yang dipegangnya.

Sedangkan Ketua RT 02 RW 02 Desa Sawit Sutoyo mengatakan, akibat peristiwa itu Alfian menjalani 5 kali operasi, tangan kanan operasi dengan diamputasi di bawah siku pada, 23 Maret 2020 dan tangan kiri diamputasi di atas siku dibawah ketiak pada, 14 April 2020. Kemudian luka bakar di paha dan sebagian tubuh lainnya membutuhkan perawatan serius.

Ibunda Alfian, Tri Ismani tak kuasa menahan haru saat kedatangan jajaran pimpinan DPRD Klaten untuk membantu puteranya. Tri Ismani mengatakan, untuk aktifitas sehari-hari yang memakai laptop dengan dioperasikan menggunakan jari-jari kaki, termasuk mengoperasikan HP seperti Whatsapp (WA) juga menggunakan jari-jari kaki.

Untuk makan, minum dan aktifitas lainnya, kata Tri Ismani, harus dibantu keluarga seperti disuapi dan lain-lain. “Alfian kembali semangat menatap masa depan baru dalam dua atau tiga pekan terakhir, sebelumnya sempat putus asa dan frustasi. Bahkan,” lanjut Tri Ismani dan Alfian sempat membenturkan kepalanya ke tembok dan minta agar dibuang saja karena sudah tidak berguna. Namun, Alhamdulillah kini Alfian siap kembali untuk menyelesaikan sekolahnya di SMKN 1 Jogonalan yang akan lulus pada tahun 2021 ini dan sekarang mendaftar kuliah di perguruan tinggi nasional di Undip dan UNY dan mohon doa restu semoga Alfian mampu menjalaninya dengan baik. (dan)

Tutup