Kelompok Tani Sarwo Tulus Bersama Sanggar Rojo Lele Lakukan Panen Raya dengan Instasi Terkait

JATENG, (M-RADARNEWS.COM), –             Kelompok Tani Sarwo Tulus Desa Delanggu, Klaten bersama Sanggar Rojo Lele Delanggu, Minggu (28/02/2021) melaksanakan panen raya padi jenis Rojo Lele “Asli”, Delanggu.

Kegiatan panen raya padi Rojo Lele ini diikuti secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan dihadiri langsung oleh Rektor UNS Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, Pembantu Rektor 1 UNS, Prof. Rahmad Yunus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Klaten, Widyanti dan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Klaten, Wening Swasono, Ketua PCNU Kabupaten Klaten, Gus Mujib serta para pegiat seni, budaya dan pertanian di Klaten yang tergabung dalam Sanggar Rojo Lele Delanggu Kabupaten Klaten.

Acara hari ini, praktis dilaksanakan panen raya, juga diisi dengan kirab Dewi Sri, yang interaktif dengan ritual “wiwit” lalu dilaksanakan kembul sego wiwitan.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Klaten, Widyanti, bahwa program penanaman kembali benih padi Jenis Rojo Lele di desa Delanggu, Kecamatan Delanggu ini adalah bagian dari program serupa di 26 Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.

“Yang di Desa Delanggu adalah benih padi yang ditanam adalah jenis Rojo Lele Semar karena kita bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam penelitian dan pengembangan benih padinya,” jelas Widyanti.

“Sementara di wilayah kecamatan lain padi jenis Rojo Lele yang bernama Sri Mlenuk dan Sri Genuk,” tambahnya.

Rektor UNS Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho kepada menyampaikan kegembiraannya, bahwa UNS Surakarta telah ikut ‘mengembalikan’ sang legenda yaitu beras Rojo Lele yang merupakan beras produk asli Delanggu melalui kerjasama dengan Kelompok Tani Sarwo Tulus Desa Delanggu dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Klaten .

Pembantu Rektor 1 UNS, Prof Rahmat Yunus yang juga pakar kultur jaringan mengatakan, bahwa padi Rojo Lele yang ditanam oleh kelompok tani Sarwo Tulus Desa Delanggu ini adalah murni organik, karena tidak menggunakan pupuk atau obat kimia. Usia panen juga relatif singkat yaitu hanya sekitar 4 bulan. Selanjutnya untuk produksi per hektarnya mencapai 6 s / d 7 ton Gabah Kering Sawah (GKS).

Jimin dan Yono, anggota tani Sarwo Tulus Desa Delanggu saat diwawancarai wartawan mengatakan, pada awalnya tanaman padinya sempat kena hama penggeret batang atau “ingser” tetapi segera dapat diobati sehingga bisa pulih dan tumbuh subur.

“Kami petani kecil yang hanya memiliki satu pathok sawah yang luasnya rata-rata 2.300 meter persegi. Dengan ditamami padi jenis Rojo Lele Semar ini mampu menghasilkan rata-rata 1,5 ton setiap pathok, “katanya.

Lanjut ia mengungkapkan, apalagi ini padi organik, kita tidak lagi mengeluarkan biaya pupuk urea atau obat obat kimia. Tanaman padi kita pupuk dengan pupuk kompos. Kita hanya bisa membayar biaya tanam, karena kita membeli tetes untuk vermentasi pembuatan pupuk.

“Sayangnya saat panen raya ini kita sedang ada dimusim hujan, kalau saja kita bisa panen di musim kemarau, tingkat keuntungan makin tinggi,” sela Jimin.

“Kalau kita panen saat musim kemarau, kadar air gabah yang kita hasilkan akan sangat rendah. Gabah dengan kadar udara yang lebih rendah harganya lebih mahal yang lebih tinggi kadar airnya, “imbuhnya.

Sementara itu, Ikhsan Hartanto yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini kepada menyatakan, beras produksi para petani ini dibeli oleh LPPM NU Kabupaten Klaten sehingga para petani tidak perlu khawatir akan pemasarannya.

“Tentu saja gabah hasil panen dari para petani disini untuk dibeli dengan harga yang umum bahkan lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Kepala Desa Delanggu Purwanto turut hadir diacara tersebut dan mendukung penuh program-program pertanian khususnya diwilayah Desa Delanggu. Acara berjalan lancar dan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dari pemerintah. (dan)

Tutup